GONETNEWS.COM, Surabaya – Konsolidasi organisasi dan penguatan kemandirian ekonomi umat menjadi prioritas yang diharapkan mengemuka di bawah kepemimpinan baru Syarikat Islam.
Harapan itu disampaikan delegasi Syarikat Islam Provinsi Gorontalo menyusul terpilihnya Dr. Ferry Juliantono sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam dan Dr. Hamdan Zoelva sebagai Ketua Dewan Syuro Pusat Syarikat Islam dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 di Surabaya, 17–20 Oktober 2026.
Ketua Delegasi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua pimpinan terpilih sekaligus menegaskan pentingnya menerjemahkan hasil kongres menjadi agenda kebijakan organisasi yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi umat.
Menurut Ridwan, kepemimpinan baru perlu memprioritaskan penguatan struktur organisasi hingga tingkat wilayah, cabang, dan ranting; pengembangan kewirausahaan kader; penguatan koperasi; serta perluasan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar Syarikat Islam tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga hadir sebagai kekuatan nyata dalam menjawab persoalan sosial-ekonomi umat.
“Warisan H.O.S. Tjokroaminoto tidak cukup hanya dikenang. Semangat perjuangannya harus diwujudkan melalui kerja nyata, penguatan koperasi, pengembangan kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi umat,” tegas Ridwan, Selasa (20/10/2026).
Dalam kongres tersebut, Ridwan hadir bersama Helmi Adam Nento, Ramlah Bumulo, Yusuf Puhi, serta Ketua Dewan Syarikat Islam Provinsi Gorontalo, Hamid Dude.
Ridwan menilai, pergantian kepemimpinan di tingkat pusat harus menjadi momentum untuk memperkuat arah perjuangan organisasi, menyatukan gerak kader, dan memastikan setiap kebijakan dapat diterjemahkan menjadi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
Ia menegaskan, konsolidasi tidak boleh berhenti pada penguatan struktur dan koordinasi internal. Konsolidasi harus menghasilkan program kerja yang jelas, membuka peluang ekonomi bagi kader dan masyarakat, serta memperkuat peran Syarikat Islam dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
Karena itu, Ridwan mengajak seluruh kader untuk mendukung kepemimpinan Ferry Juliantono dan Hamdan Zoelva secara kritis dan konstruktif. Dukungan tersebut perlu diwujudkan melalui partisipasi aktif, kontribusi gagasan, serta kesediaan mengawal pelaksanaan program organisasi.
Bagi delegasi Gorontalo, keikutsertaan dalam Majelis Tahkim ke-42 juga menjadi bagian dari upaya mempererat persaudaraan antarkader, menyerap gagasan strategis dari tingkat nasional, dan membawa agenda penguatan organisasi untuk diterapkan di daerah.
Ridwan berharap hasil kongres dapat menjadi landasan bagi pembenahan organisasi yang lebih terarah, pengembangan usaha produktif kader, dan penguatan koperasi sebagai instrumen ekonomi umat.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kepemimpinan baru pada akhirnya harus tercermin dalam tiga hal: organisasi yang semakin solid, kader yang semakin mandiri secara ekonomi, dan program perjuangan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (GN-RLS)







