Biomasa Group Gelar Konvensi CEP ke-7, 85 Ide Inovasi Dipresentasikan Karyawan

Biomasa Group Gelar Konvensi CEP ke-7, 85 Ide Inovasi Dipresentasikan Karyawan
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Pohuwato – Biomasa Group yang terdiri dari PT Biomasa Jaya Abadi (PT BJA), PT Inti Global Laksana (PT IGL), dan PT Banyan Tumbuh Lestari (PT BTL) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, budaya inovasi, serta peningkatan kinerja dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan melalui pelaksanaan Cost Efficiency Program (CEP) Konvensi ke-7 Semester II Tahun 2025.

Konvensi tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 20 hingga 23 Januari 2026, dan diikuti oleh karyawan dari seluruh unit kerja perusahaan yang mendaftarkan ide-ide inovatif dan proyek efisiensi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pada Konvensi CEP ke-7 tahun ini, sebanyak 125 peserta inovasi berpartisipasi dengan mempresentasikan 85 judul ide dan proyek efisiensi. Seluruh ide tersebut merupakan hasil proses seleksi dan pembinaan internal yang telah dilakukan sebelumnya di masing-masing departemen dan site operasional PT Biomasa Jaya Abadi.

Berbagai inovasi yang dipresentasikan mencakup aspek efisiensi operasional, optimalisasi pemeliharaan peralatan, penghematan energi, peningkatan keselamatan dan produktivitas kerja, hingga penyempurnaan sistem dan prosedur manajemen. Setiap proposal dievaluasi secara komprehensif oleh dewan juri berdasarkan kriteria kebaruan ide, potensi penghematan biaya, kemudahan implementasi, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap kinerja perusahaan.

Direktur Biomasa PT BJA, Zunaidi, mengatakan Cost Efficiency Program merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan kinerja dan daya saing perusahaan.

“Program CEP ini sangat baik untuk membentuk mindset seluruh karyawan agar selalu melakukan inovasi dalam meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan. Dengan program ini diharapkan terjadi peningkatan skill, knowledge, dan attitude karyawan,” kata Zunaidi.

Ia menjelaskan melalui CEP, karyawan didorong untuk berpikir kritis, inovatif, dan solutif dalam melihat setiap tantangan di lingkungan kerja. Ide-ide yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun performa perusahaan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.

Lebih lanjut, Zunaidi menegaskan keterlibatan aktif karyawan dalam CEP mencerminkan tumbuhnya budaya continuous improvement di lingkungan PT BJA, di mana setiap insan perusahaan memiliki peran strategis dalam mendukung efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan perusahaan. Manajemen secara berkelanjutan melakukan pembinaan kepada karyawan program inovasi CEP melalui metode Quality Control Project (QCP), Quality Control Circle (QCC), dan Suggestion System (SS).

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan inovasi karyawan, PT BJA juga memberikan penghargaan berupa laptop dan uang tunai kepada karyawan dengan ide terbaik dan paling berdampak. Pemberian apresiasi tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendorong budaya inovasi dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.

Para karyawan yang mengikuti dan menerima apresiasi dalam kegiatan CEP menunjukkan antusiasme tinggi serta rasa bangga karena ide-ide yang mereka gagas tidak hanya diapresiasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan dan efisiensi perusahaan.

Melalui pelaksanaan Cost Efficiency Program Konvensi ke-7 Tahun 2026 ini, PT Biomasa Jaya Abadi berharap inovasi-inovasi unggulan yang dihasilkan dapat segera diimplementasikan secara optimal, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pengendalian biaya, peningkatan kinerja operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan dalam jangka panjang.

PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) merupakan perusahaan produsen wood pellet terintegrasi yang didirikan pada 2019 di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Saat ini, PT BJA mengolah kayu menjadi wood pellet yang bahan bakunya berasal dari kayu hasil penyiapan lahan (land preparation) dari HGU PT Banyan Tumbuh Lestari dan PT Inti Global Laksana yang akan ditanami tanaman Gamal dan Kaliandra.

Sejak didirikan pada 2019 hingga Maret 2025, PT BJA telah menggelontorkan investasi sebesar Rp1,53 triliun untuk pembangunan dan operasional pabrik pengolahan pelet kayu, dengan izin kapasitas produksi mencapai 900.000 ton per tahun. PT BJA juga berkomitmen kuat terhadap prinsip keberlanjutan, inovasi, serta peningkatan nilai tambah bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *