GONETNEWS.COM, Gorontalo – Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Gorontalo menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan salat tarawih berjamaah serta doa untuk warga KKSS yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Sabtu malam (28/02/2026) itu, dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi, kabupaten dan kota, anggota DPRD provinsi serta kabupaten/kota, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi swasta, pimpinan perbankan, tokoh agama, serta pejabat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, doa bersama dipandu langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Abdulrahman Abubakar Bahmid. Doa dipanjatkan secara khusus untuk warga KKSS yang sedang sakit agar diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani perawatan.
Ketua BPW KKSS Provinsi Gorontalo, Jaenal Mappe, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini merupakan agenda ketiga yang dilaksanakan selama Ramadan tahun ini.
“Buka puasa di lingkungan KKSS ini sudah yang ketiga kali kita laksanakan. Tujuannya untuk meningkatkan jalinan silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan saling mendoakan, khususnya bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit,” ujar Jaenal.
Ia menambahkan, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas antarwarga KKSS sekaligus membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ketua MUI Provinsi Gorontalo, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Gorontalo yang juga dipimpin oleh Abdulrahman Abubakar Bahmid, menyampaikan pentingnya pengendalian hawa nafsu selama bulan suci Ramadan.
Menurut dia, hawa nafsu merupakan salah satu alat setan untuk menggoda dan menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan dosa.
“Jika hawa nafsu ini bisa kita kendalikan, maka setan akan menjadi lemah. Itulah makna bahwa setan dibelenggu di bulan Ramadan,” katanya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.
Acara buka puasa dan tarawih bersama tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan hingga akhir kegiatan. (GN-01)











