Santri Muda Ajak Jamaah Maknai Keutamaan Ramadhan

Santri Muda Ajak Jamaah Maknai Keutamaan Ramadhan
Siti Almira F. Abas, santri kelas V MIM Al Munawarah sampaikan tausiyah dengan mengangkat tema “Keutamaan Ramadhan”.
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Bone Bolango – Suasana khidmat kembali terasa di Masjid Al Mukhlisin saat pelaksanaan kuliah tujuh menit (kultum) menjelang salat tarawih, yang diikuti oleh jamaah setempat, belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Siti Almira F. Abas, santri kelas V MIM Al Munawarah dengan mengangkat tema “Keutamaan Ramadhan”. Kegiatan kultum ini rutin dilaksanakan setiap malam sebelum salat tarawih sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi para santri.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Jika pada malam sebelumnya tausiyah disampaikan oleh santri kelas IV, maka kali ini giliran santri kelas V yang tampil menyampaikan pesan-pesan keagamaan di hadapan jamaah.

Dalam tausiyahnya, Almira mengajak jamaah untuk memaknai bulan Ramadhan tidak sekadar sebagai waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki diri.

“Bulan Ramadhan bukan hanya sekadar waktu menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga maghrib. Lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah atau sekolah kehidupan yang Allah berikan untuk menempa karakter dan memperbaiki akhlak manusia,” ujar Almira di hadapan jamaah.

Ia juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan tujuan diwajibkannya puasa bagi umat Islam.

“Allah SWT berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.’ Dari ayat ini kita memahami bahwa tujuan utama puasa adalah untuk membentuk pribadi yang bertakwa,” katanya.

Menurutnya, takwa dapat diwujudkan melalui sikap jujur kepada diri sendiri dan kepada Allah, menjaga lisan dan hati, serta melatih kesabaran dan empati kepada sesama.

“Melalui puasa kita dilatih untuk sabar menahan emosi dan hawa nafsu, sehingga tumbuh rasa peduli kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki akhlak, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

“Semoga setelah kita keluar dari madrasah Ramadhan ini, kita menjadi pribadi yang lebih jujur, sabar, dan penuh kepedulian kepada sesama,” tutup Almira dalam tausiyah singkatnya.

Kegiatan kultum yang melibatkan para santri tersebut diharapkan dapat melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum, sekaligus memperdalam pemahaman agama para siswa. Selain itu, jamaah juga mendapatkan tambahan ilmu dan motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *