Malam Seribu Bulan, Siti Sabrina Ajak Jamaah Berburu Lailatul Qadar

Kultum Tarawih di Bone Bolango Ingatkan Jamaah Berburu Lailatul Qadar
Kultum Tarawih di Masjid Al Mukhlisin Bahas Keutamaan Malam Lailatul Qadar
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Bone Bolango – Jamaah salat tarawih di Masjid Al Mukhlisin, Desa Dutohe Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (11/03/2026) malam, diingatkan untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai momentum berburu malam Lailatul Qadar.

Pesan itu disampaikan alumni MIM Al Munawarah, Siti Sabrina Khoirunnisa, dalam kuliah tujuh menit (kultum) sebelum pelaksanaan salat tarawih.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam tausiyahnya, Siti yang kini santri di Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulawesi Selatan itu menegaskan bahwa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai bulan menahan lapar dan dahaga.

Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar syahrus shiyam (bulan puasa), tetapi juga syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an), yakni bulan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil,” katanya mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185.

Siti Sabrina menjelaskan, salah satu keutamaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan ibadah lebih dari 83 tahun.

“Allah berfirman bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya satu malam tersebut memiliki nilai ibadah yang sangat besar di sisi Allah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan,” katanya mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Menurutnya, peluang meraih keutamaan malam tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas ibadah, seperti memperbanyak salat malam, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, berzikir, berdoa, bersedekah, hingga melakukan i’tikaf di masjid.

Ia juga menyebut para ulama mencontohkan kesungguhan dalam menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah serta mengajak keluarga untuk turut beribadah.

Di akhir tausiyahnya, Siti Sabrina mengajak jamaah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang hanya datang sekali dalam setahun tersebut.

“Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan besar bagi kita semua untuk memperbanyak ibadah dan doa. Semoga Allah mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar,” katanya.

Kultum tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan waktu yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *