GONETNEWES.COM, GORONTALO UTARA — PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, secara resmi memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan Kawasan Edu-Konservasi Terintegrasi atau Integrated Edu-Conservation Area (IECA) di Desa Dunu, Kabupaten Gorontalo Utara. Langkah strategis ini merupakan upaya nyata PLN dalam menyelaraskan perlindungan keanekaragaman hayati laut dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Inisiatif ini dijalankan secara kolaboratif oleh Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, dengan dukungan teknis dari Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Manado serta Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Gorontalo Baru . Sinergi lintas unit ini menunjukkan profesionalisme PLN dalam mengintegrasikan keandalan infrastruktur energi dengan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas.

Secara geopolitik, pengembangan Desa Dunu memiliki posisi strategis karena terletak di kawasan trilateral BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area). Melalui program ini, PLN berupaya memposisikan Desa Dunu sebagai bagian dari jejaring ekowisata perairan konservasi lintas negara. Program ini juga memperkenalkan konsep Electrifying Aqua-Agriculture , di mana teknologi kelistrikan dioptimalkan untuk mendukung budidaya ikan Bubara dan hilirisasi produk lokal, guna menjawab tantangan penurunan hasil tangkap nelayan serta efisiensi biaya operasional.
Program ini memiliki rekam jejak yang solid sejak tahun 2024, yang diawali dengan restorasi pesisir melalui penanaman 1.100 bibit mangrove. Memasuki fase tahun 2026, fokus utama dialihkan pada pengembangan penangkaran penyu partisipatif yang berkelanjutan. Sebagai bentuk dukungan fisik, PLN telah menyediakan sarana berupa 6 bak penetasan penyu dan 15 kandang pelindung . Fasilitas ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 1.000 telur penyu per tahun dengan tingkat keberhasilan penetasan (hatching rate ) di atas 75% .

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menegaskan bahwa program ini adalah manifestasi dari visi pembangunan berkelanjutan korporasi.
“Komitmen PLN tidak hanya berhenti pada penyediaan energi hijau, tetapi juga pada penciptaan nilai bersama yang memperkuat ekosistem laut. Melalui model Electrifying Marine Conservation dan kolaborasi komunitas, kami membangun Desa Dunu sebagai living laboratory bagi generasi mendatang. Kami ingin membuktikan bahwa elektrifikasi dapat berjalan beriringan dengan konservasi spesies langka dan peningkatan taraf hidup 400 kepala keluarga di desa ini,” ujar Fermi.

Dalam implementasi lapangan, PLN Peduli menggandeng NGO Sepadan Ruang Indonesia sebagai mitra pendamping teknis. Kemitraan ini telah berhasil membentuk 10 kader Eco Ranger dari masyarakat setempat serta melibatkan 30 warga desa dalam operasional harian kawasan. Program edukasi ini menargetkan peningkatan kesadaran konservasi laut bagi generasi muda hingga mencapai 80% .

Visi ekologi jangka panjang PLN di kawasan ini mencakup rencana transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah laut terpadu, hingga perlindungan zona padang lamun. Untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program menuju kemandirian di masa depan, PLN menekankan pentingnya komitmen kolaboratif dan dukungan kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara serta Pemerintah Provinsi Gorontalo. Sinergi multipihak ini diharapkan mampu menjadikan Desa Dunu sebagai pusat inovasi konservasi dan ekonomi hijau yang berdaya saing tinggi di tingkat regional. Tentang PLN Peduli PLN Peduli merupakan payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) yang berfokus pada pilar lingkungan, pendidikan, dan pengembangan UMKM. Melalui prinsip Creating Shared Value (CSV), PLN Peduli berkomitmen untuk mengintegrasikan pertumbuhan bisnis perusahaan dengan kontribusi sosial dan pelestarian alam secara berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia. (GN-RLS)










