GONETNEWS.COM, Gorontalo – Musim kemarau yang berkepanjangan masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat. Kondisi ini ikut menekan ekonomi keluarga, terutama mereka yang menggantungkan pendapatan dari sektor yang terdampak langsung oleh cuaca.
Di tengah kondisi tersebut, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar, kembali memperjuangkan bantuan rawan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Untuk tahun 2026, sekitar 1.000 paket bantuan bahan pokok disiapkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Venny untuk masyarakat di enam desa di Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.
Venny menegaskan, bantuan tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Gorontalo yang direalisasikan melalui aspirasi DPRD. Sasaran bantuan diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya keluarga yang ekonominya terdampak akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
“Bantuan ini untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang ekonominya terdampak akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” ujar Venny, Senin (05/10/2026).
Menurut Venny, sebagian bantuan tersebut telah disalurkan kepada masyarakat. Sementara paket lainnya masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Gorontalo sebelum dapat kembali disalurkan.
Bilato menjadi sasaran penyaluran bantuan tahun ini setelah sebelumnya program serupa menyasar masyarakat Kecamatan Boliyohuto.
“Tahun sebelumnya bantuan rawan pangan sekitar 1.000 paket kita salurkan di Kecamatan Boliyohuto. Tahun ini giliran Kecamatan Bilato,” katanya.
Venny yang merupakan anggota DPRD dari daerah pemilihan Gorontalo IV mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi tekanan kebutuhan hidup.
Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran membuat bantuan belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Gorontalo itu pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan.
“Karena keterbatasan anggaran, belum semua masyarakat bisa tersentuh bantuan rawan pangan. Saya mohon maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan,” ungkapnya.
Meski jumlah penerima masih terbatas, Venny berharap bantuan yang telah dan akan disalurkan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima.
Ia berharap paket bahan pokok tersebut setidaknya mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Semoga bantuan yang sudah maupun yang akan disalurkan nanti dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat,” tandas Venny. (GN-01)







