Ketua Asosiasi Futsal Kota Gorontalo dan Bone Bolango Soroti Pelaksanaan LINUS, Minta Ditinjau Kembali

Ketua Asosiasi Futsal Kota Gorontalo dan Bone Bolango Soroti Pelaksanaan LINUS, Minta Izin Ditinjau Kembali
Ketua Asosiasi Futsal Kota Gorontalo, Yusran Doda.

GONETNEWS.COM, Gorontalo – Ketua Asosiasi Futsal Kota Gorontalo, Yusran Doda, bersama Ketua Asosiasi Futsal Bone Bolango, Rival Kidamu, menyoroti terhadap rencana pelaksanaan Liga Nusantara Futsal Gorontalo (LINUS). Keduanya menilai bahwa pelaksanaan kompetisi tersebut perlu ditunda terlebih dahulu karena dinilai belum memenuhi sejumlah persyaratan koordinasi dan rekomendasi dari pengurus futsal kabupaten/kota.

Menurut kedua ketua asosiasi tersebut, hingga saat ini pihak pengurus futsal Kota Gorontalo dan Bone Bolango mengaku belum menerima informasi maupun pemberitahuan resmi dari panitia terkait pelaksanaan Liga Nusantara Futsal Gorontalo.

Bacaan Lainnya

Selain persoalan koordinasi, keduanya juga menyoroti kesiapan panitia serta kondisi lapangan yang akan digunakan. Mereka berpandangan bahwa persiapan pelaksanaan kompetisi perlu dievaluasi terlebih dahulu sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan.

Yusran dan Rival Kidamu menegaskan bahwa koordinasi dengan pengurus futsal kabupaten/kota merupakan hal penting yang perlu diperhatikan agar penyelenggaraan kompetisi berjalan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme organisasi yang berlaku.

“Atas dasar itu, kami meminta pihak Polres Kota Gorontalo agar tidak terlebih dahulu menerbitkan surat izin pelaksanaan kegiatan Liga Nusantara Futsal Gorontalo sebelum persoalan tersebut mendapatkan kejelasan,” ujar Yusran, Sabtu (17/10/2026).

Apabila surat izin telah diterbitkan, mereka juga meminta agar pihak kepolisian meninjau kembali izin tersebut dan mempertimbangkan penarikan izin sampai seluruh persoalan terkait rekomendasi, koordinasi, kesiapan panitia, serta kelayakan lapangan dapat diselesaikan.

Kedua ketua asosiasi berharap agar panitia pelaksana segera melakukan koordinasi dengan pengurus futsal kabupaten/kota dan memenuhi ketentuan yang berlaku sebelum kompetisi digelar.

“Langkah ini bukan semata-mata untuk menghambat pelaksanaan kompetisi, melainkan sebagai bentuk perhatian terhadap tata kelola organisasi, kesiapan penyelenggaraan, serta kelancaran kompetisi futsal di Provinsi Gorontalo,” tutup Yusran. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *