Hardiknas di Unisan Gorut: Rektor Peringatkan Bahaya Pendidikan Tanpa Perubahan

Hardiknas di Unisan Gorut: Rektor Peringatkan Bahaya Pendidikan Tanpa Perubahan
Upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-118 tahun 2026 di Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Sabtu, (02/05/2026)
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Gorut – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-118 tahun 2026 di Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo Utara, Sabtu, (02/05/2026) menjadi momentum kritik terbuka terhadap kondisi pendidikan yang dinilai masih berisiko stagnan jika tidak dibarengi perubahan nyata.

Upacara penaikan bendera Merah Putih yang digelar di halaman kampus itu dipimpin langsung oleh Rektor Unisan Gorut, Fatma M. Ngabito, dan diikuti oleh seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam amanatnya, Fatma menegaskan bahwa Hardiknas tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan tanpa makna. Ia mengingatkan adanya bahaya besar jika dunia pendidikan terus berjalan tanpa inovasi dan pembaruan.

“Bahaya terbesar dalam pendidikan adalah ketika kita merasa sudah cukup, padahal tantangan terus berubah. Jika tidak ada perubahan, maka kita sedang menyiapkan ketertinggalan,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Oleh karena itu, setiap momentum Hardiknas harus dijadikan ruang refleksi untuk mengevaluasi kualitas, sekaligus mendorong langkah-langkah konkret dalam peningkatan mutu pendidikan.

Fatma juga menyoroti pentingnya inovasi yang berkelanjutan di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks. Ia menilai, pendekatan lama tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan generasi masa kini.

“Tidak bisa lagi kita mengandalkan cara-cara lama. Dunia berubah cepat, pendidikan harus lebih cepat lagi beradaptasi,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem pendidikan. Keterlibatan pemerintah, tenaga pendidik, mahasiswa, hingga dunia usaha dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dan berdampak.

“Tanpa kolaborasi, pendidikan akan berjalan sendiri-sendiri dan sulit mencapai hasil yang maksimal,” katanya.

Fatma turut menggarisbawahi peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki integritas serta kepedulian sosial.

“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya menjadi penonton dari persoalan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong penguatan sinergi antara perguruan tinggi, sektor industri, dan berbagai pihak lainnya agar pendidikan mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Melalui peringatan Hardiknas tahun ini, Fatma berharap lahir semangat baru di kalangan insan pendidikan untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *