104 Siswa MTs Al Ishlah Diuji Hafalan Al-Qur’an Secara Terbuka di Hadapan Orang Tua

104 Siswa MTs Al Ishlah Diuji Hafalan Al-Qur’an Secara Terbuka di Hadapan Orang Tua
104 siswa kelas IX MTs Terpadu Al Ishlah Gorontalo menjalani uji publik kemampuan Al-Qur’an melalui program Imtihan yang digelar terbuka di Masjid Baitul Ar-Rasyid, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (23/05/2026).
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Gorontalo – Sebanyak 104 siswa kelas IX MTs Terpadu Al Ishlah Gorontalo menjalani uji publik kemampuan Al-Qur’an melalui program Imtihan yang digelar terbuka di Masjid Baitul Ar-Rasyid, Kabupaten Gorontalo,  Sabtu (23/05/2026).

Berbeda dari ujian pada umumnya, para siswa diuji langsung di hadapan orang tua masing-masing untuk membuktikan kemampuan membaca, memahami tajwid, hingga hafalan Al-Qur’an sebelum dinyatakan lulus dari jenjang tsanawiyah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala sekolah, Marten Mahadjani, mengatakan sistem Imtihan sengaja diterapkan sebagai bentuk transparansi sekaligus standar mutu pembelajaran Al-Qur’an di madrasah.

“Ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Kami ingin memastikan seluruh siswa benar-benar memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik, memahami hukum tajwid, dan memiliki hafalan yang terukur,” kata Marten.

Menurutnya, ujian terbuka tersebut menjadi instrumen evaluasi yang objektif karena kemampuan siswa dapat disaksikan langsung oleh orang tua maupun tim penguji.

Dalam pelaksanaannya, sekolah menurunkan 24 tim penguji yang dibagi berdasarkan kelompok peserta guna memaksimalkan proses penilaian. Setiap siswa diberikan waktu sekitar lima hingga 10 menit untuk menjawab pertanyaan seputar tajwid, menyambung ayat, hingga menguji kekuatan hafalan.

“Minimal siswa memiliki hafalan lima juz. Jadi yang diuji bukan hanya kelancaran membaca, tetapi juga kualitas hafalan dan pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Suasana ujian berlangsung menegangkan. Sejumlah siswa tampak gugup karena harus diuji langsung berdampingan dengan orang tua mereka.

Salah satu peserta ujian, Andi Aulia Maharani Ilham, mengaku sempat merasa gugup karena diuji langsung di samping orang tuanya. Namun, ia tetap mampu menjawab pertanyaan tentang hukum bacaan dan melanjutkan potongan ayat yang diberikan penguji tanpa persiapan sebelumnya.

“Saya sempat gugup karena orang tua ikut menyaksikan langsung, tapi alhamdulillah bisa menjawab pertanyaan dan melanjutkan ayat yang diberikan penguji,” katanya.

Sementara itu, perwakilan orang tua siswa, Danial Ibrahim, menilai model uji publik tersebut menjadi bukti nyata kualitas pendidikan agama yang diterapkan madrasah.

Menurutnya, orang tua dapat melihat secara langsung kemampuan anak-anak mereka tanpa dibuat-buat atau sekadar tercantum di atas nilai rapor.

“Ini menjadi bukti riil bahwa kemampuan Al-Qur’an siswa benar-benar diuji secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Danial.

Hal senada disampaikan Muhdar, orang tua dari Hanun Zayyana. Ia menilai ujian terbuka seperti itu tidak hanya menjadi evaluasi bagi siswa, tetapi juga memotivasi orang tua untuk lebih mendukung anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an.

“Ketika melihat langsung kemampuan anak, kami sebagai orang tua merasa bangga sekaligus termotivasi untuk terus mendampingi mereka belajar Al-Qur’an di rumah,” katanya. (GN-01)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *