GONETNEWS.COM, Gorut — Di tengah lumpuhnya pasokan air bersih akibat banjir bandang yang menerjang Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa malam (26/05/2026), Satuan Brimob Polda Gorontalo bergerak cepat dengan menerjunkan tim SAR dan unit pengolah air untuk membantu ribuan warga terdampak.
Bersama personel TNI, Brimob turun ke lokasi bencana dengan dua misi sekaligus, yakni melakukan pencarian dan evakuasi korban serta menyuplai kebutuhan air bersih warga yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi pascabanjir.
Operasi kemanusiaan itu dipimpin langsung AKP Ruslan A. Djafar atas perintah Kapolda Gorontalo Widodo melalui Dansat Brimob Danu Waspodo sebagai respons cepat menghadapi kondisi darurat di wilayah terdampak.
AKP Ruslan A. Djafar mengatakan tim SAR lebih dahulu bergerak menyisir titik-titik terdampak untuk membantu proses pertolongan dan evakuasi masyarakat.
“Personel melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan masyarakat mendapat bantuan secepat mungkin,” ujar Ruslan.
Di saat bersamaan, tim water treatment Brimob diterjunkan dengan membawa kendaraan khusus pengolah air yang mampu mengubah air berlumpur menjadi air siap konsumsi.
Mobil taktis tersebut dilengkapi mesin berteknologi tinggi yang dirancang untuk kondisi bencana ketika sumber air bersih warga tercemar lumpur dan material banjir.
Menurut Ruslan, kehadiran alat pengolah air menjadi kebutuhan mendesak karena banyak warga mulai kesulitan memperoleh air bersih setelah banjir merendam permukiman.
“Alat ini kami operasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak banjir,” katanya.
Hingga kini, personel Brimob masih terus bergerak menyisir wilayah-wilayah terdampak guna membantu warga sekaligus memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.
Ruslan menegaskan Brimob akan tetap berada di garis depan dalam setiap operasi kemanusiaan untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yakni Desa Omuto, Didingga, Bualo, Luhuto, dan Desa Biau. Ribuan warga dilaporkan terdampak akibat luapan air yang merendam permukiman dan fasilitas warga. (GN-01)










