Stok Beras Dipertanyakan, Komisi II DPRD Gorontalo Akan Undang Bulog

Stok Beras Dipertanyakan, Komisi II DPRD Gorontalo Akan Undang Bulog
Wakil Ketua Komisi II Meyke Camaru di ruang kerja komisi, Senin (05/10/2026).

GONETNEWS.COM, Puncak Botu — Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo akan mengundang Perum Bulog untuk meminta penjelasan terkait ketersediaan stok beras di tengah kondisi kemarau panjang yang mulai berdampak terhadap masyarakat.

Rencana tersebut menjadi salah satu poin utama dalam rapat internal Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II Meyke Camaru di ruang kerja komisi, Senin (05/10/2026).

Bacaan Lainnya

Meyke mengatakan, Komisi II ingin memperoleh informasi langsung dari Bulog mengenai jumlah stok beras yang tersedia saat ini, termasuk memastikan apakah persediaan tersebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat Gorontalo.

“Kami ingin mendengar langsung dari Bulog berapa stok beras yang ada di gudang saat ini dan apakah stok tersebut mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” kata Meyke.

Menurutnya, persoalan ketersediaan beras menjadi penting untuk segera dipastikan karena kondisi di lapangan menunjukkan adanya masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

Meyke mengungkapkan, berdasarkan hasil kunjungan lapangan Komisi II, terutama di sejumlah wilayah pedalaman, terdapat masyarakat yang sudah tidak mengonsumsi beras karena terkendala kondisi ekonomi akibat kemarau yang berkepanjangan.

Bahkan, kata dia, kondisi paceklik membuat sebagian masyarakat mulai mengonsumsi ubi hutan sebagai alternatif pangan.

“Di tengah paceklik sudah ada masyarakat yang mengonsumsi ubi hutan. Ini tentunya menjadi perhatian Komisi II,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera direspons pemerintah. Menurut Meyke, jangan sampai persoalan pangan baru ditangani ketika daya beli masyarakat semakin menurun dan pilihan pangan semakin terbatas.

Karena itu, Komisi II akan meminta Bulog memberikan gambaran secara terbuka mengenai kondisi stok beras, sehingga DPRD dapat mengetahui sejauh mana kesiapan pemerintah menghadapi kebutuhan pangan masyarakat.

“Ketersediaan beras ini sangat penting. Apa yang kami temukan di lapangan harus segera disikapi dan didorong agar mendapat respons cepat dari pemerintah,” katanya.

Meyke menegaskan, pertemuan dengan Bulog nantinya tidak hanya untuk mengetahui jumlah beras yang tersimpan di gudang, tetapi juga menjadi bahan evaluasi Komisi II dalam mendorong langkah pemerintah menjaga ketersediaan pangan masyarakat di tengah dampak kemarau yang berkepanjangan. (GN-01)

 

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *