GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo memperkuat budaya literasi di kalangan anak-anak sekaligus menjaga agar bahasa daerah tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan tentang pembinaan, pengembangan, serta perlindungan bahasa dan sastra Indonesia maupun bahasa dan sastra daerah.
Penandatanganan dilakukan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, bersama Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, di Bandayo Lo Yiladia, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan itu turut disaksikan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Zamzam Hariro, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, serta unsur terkait lainnya.
Hafidz Muksin mengatakan, kerja sama tersebut merupakan salah satu upaya memperkuat budaya literasi, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar.
Menurutnya, kemampuan literasi tidak cukup hanya diukur dari kecakapan membaca. Anak-anak juga harus mampu memahami isi bacaan, mengenali informasi penting, serta menceritakan kembali apa yang telah mereka baca.
“Anak-anak tidak hanya diharapkan bisa membaca, tetapi juga memahami apa yang dibacanya. Mereka perlu mengetahui siapa tokohnya, apa judul bukunya, dan bagaimana ceritanya, sehingga bisa menceritakan kembali kepada teman-temannya,” ujar Hafidz.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memberikan pendampingan serta bimbingan kepada anak-anak tentang cara mengulas buku.
Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih memahami isi bacaan secara lebih mendalam sekaligus membangun keberanian untuk menyampaikan kembali informasi dengan bahasa mereka sendiri.
Hafidz berharap, pendampingan tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan membaca yang lebih bermakna, sehingga literasi tidak berhenti pada kemampuan mengenali kata, tetapi berkembang menjadi kemampuan memahami dan menyampaikan gagasan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai usia sekolah dasar merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kepercayaan diri anak.
“Pada usia sekolah dasar, pembentukan karakter anak sangat penting. Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berani tampil, percaya diri, serta mampu menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan baik,” kata Indra.
Ia menegaskan, penguatan bahasa Indonesia harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan bahasa daerah. Sebab, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Menurut Indra, pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya melalui pengenalan, tetapi harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan.
Pemerintah Kota Gorontalo, lanjutnya, telah memprogramkan penggunaan bahasa daerah setiap Selasa dan Kamis sebagai upaya membiasakan anak-anak berkomunikasi menggunakan bahasa daerah.
“Kami sudah memprogramkan setiap Selasa dan Kamis untuk wajib berbahasa daerah. Tujuannya agar anak-anak tidak lupa dan tetap bisa menggunakan bahasa daerah, sehingga budaya dan bahasa daerah kita dapat terus dipertahankan,” ujarnya.
Indra berharap, pembiasaan tersebut dapat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah sekaligus mencegah bahasa lokal semakin ditinggalkan di tengah perkembangan zaman.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kota Gorontalo dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berupaya membangun generasi yang tidak hanya cakap membaca dan memahami informasi, tetapi juga memiliki kepercayaan diri serta tetap mengenal identitas budayanya.
Penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah diharapkan berjalan beriringan, sehingga anak-anak mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya lokalnya. (GN-01)







