GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Ikut-ikutan membuka usaha yang sedang ramai belum tentu mendatangkan keuntungan. Anggota Komisi XI DPR RI, Rusli Habibie, memperingatkan pelaku UMKM agar tidak gegabah menginvestasikan modal hanya karena melihat orang lain sukses berjualan.
Rusli menilai, keputusan usaha tanpa perhitungan matang berisiko membuat pedagang kehilangan pembeli, menghabiskan modal, bahkan berujung bangkrut.
Ia mencontohkan fenomena pedagang nasi kuning dan milu siram yang bermunculan karena mengikuti usaha serupa. Ketika banyak orang menjual produk yang sama di lokasi berdekatan, persaingan semakin ketat, sementara jumlah pembeli belum tentu bertambah.
“Jangan hanya melihat orang berjualan nasi kuning atau milu siram, kemudian ikut-ikutan. Kalau di satu tempat semuanya menjual barang yang sama, siapa yang akan membeli? Kalau tidak ada perhitungan, jualan tidak laku, modal habis, akhirnya bisa bangkrut,” tegas Rusli.
Menurutnya, pelaku UMKM harus benar-benar matang sebelum memutuskan berinvestasi. Mereka perlu menghitung kebutuhan pasar, kemampuan modal, persaingan, serta potensi keuntungan dan kerugian.
Rusli mengingatkan, keberanian memulai usaha harus disertai kemampuan membaca peluang. Jangan sampai modal yang seharusnya menjadi penopang ekonomi keluarga justru habis karena keputusan bisnis yang hanya mengikuti tren.
Peringatan itu disampaikan Rusli dalam kegiatan edukasi keuangan bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo, Robert P. Sianipar, di Manna Café, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan bertajuk “Cerdas Finansial Bukan Impulsif: Jurus Milenial Kota Gorontalo Bebas Judi Online dan Selamat dari Gali Lubang Tutup Lubang Paylater” tersebut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM, lebih bijak mengelola keuangan.
Rusli menekankan, persoalan usaha bukan hanya terletak pada kemampuan mendapatkan modal, tetapi juga bagaimana modal itu digunakan secara tepat. Jika keputusan investasi tidak didasarkan pada perhitungan yang jelas, pinjaman yang semula dimaksudkan untuk mengembangkan usaha justru bisa menjadi beban.
Dalam kegiatan yang sama, Robert P. Sianipar mengingatkan pelaku UMKM agar berhati-hati ketika mencari pinjaman untuk modal usaha.
Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan pembiayaan dari lembaga keuangan resmi, termasuk perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan mempertimbangkan kebutuhan usaha dan kemampuan membayar cicilan.
Robert juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online yang menjanjikan hadiah atau diskon pembayaran. Masyarakat perlu mencermati legalitas penyedia pinjaman, ketentuan biaya, serta risiko yang menyertai pinjaman tersebut.
Menurutnya, kemudahan memperoleh pinjaman tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan kemampuan keuangan. Mengambil utang baru untuk membayar utang lama dapat menjerumuskan masyarakat ke dalam pola gali lubang tutup lubang.
Robert berharap edukasi tersebut membuat masyarakat lebih cerdas dalam mengambil keputusan finansial dan tidak bergantung pada rentenir atau tengkulak ketika membutuhkan dana.
Kegiatan edukasi itu turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru, serta pimpinan dan anggota DPRD Kota Gorontalo.
Melalui kegiatan tersebut, Rusli berharap pelaku UMKM tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu membangun usaha dengan perencanaan yang matang, mengelola modal secara disiplin, dan menjaga keberlangsungan bisnis agar tidak berakhir dengan kerugian. (GN-01)







