Dari Mimbar Kecil Ramadhan, Kultum Santri MIM Al Munawarah Menguatkan Makna Puasa

Dari Mimbar Kecil Ramadhan, Kultum Santri MIM Al Munawarah Menguatkan Makna Puasa
Khumairoh S. Paputungan, siswi kelas IV MIM Al Munawarah. Dalam tausiyahnya yang berjudul “Ibadah yang Menyehatkan Jiwa dan Raga”, Khumairoh mengajak jamaah untuk memahami makna puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga.
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Bone Bolango – Suasana terasa berbeda di Ramadhan tahun ini di Masjid Al Mukhlisin, Desa Dutohe Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Jamaah tidak hanya melaksanakan ibadah, tetapi juga mendapatkan tambahan ilmu melalui program kultum yang dibawakan oleh para santri MIM Al Munawarah.

‎Program ini menghadirkan siswa-siswi madrasah untuk menyampaikan tausiyah singkat sebelum pelaksanaan salat tarawih. Meski masih berusia belia, pesan-pesan yang disampaikan mampu menyentuh hati para jamaah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

‎Salah satu kultum yang disampaikan pada malam Ramadhan ke-20, Selasa (10/03/2026), dibawakan oleh Khumairoh S. Paputungan, siswi kelas IV MIM Al Munawarah. Dalam tausiyahnya yang berjudul “Ibadah yang Menyehatkan Jiwa dan Raga”, Khumairoh mengajak jamaah untuk memahami makna puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga.

‎Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan agar manusia mencapai derajat ketakwaan.

‎Dalam penyampaiannya, Khumairoh menjelaskan bahwa puasa memiliki manfaat bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara ilmiah. Menurutnya, puasa melatih manusia untuk mengendalikan diri, menahan emosi, serta membentuk sikap sabar dan tenang dalam menjalani kehidupan.

“Tujuan utama puasa bukan sekadar sehat, karena sehat hanyalah bonus. Tujuan utamanya adalah takwa, yaitu menjaga lisan, menjaga hati, dan menjaga perbuatan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

‎Ia juga mengingatkan bahwa puasa tidak cukup hanya dengan menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa juga menuntut umat Islam untuk menahan lisan dari menyakiti orang lain, serta membersihkan hati dari iri dan kesombongan.

‎Dalam kesempatan tersebut, salah seorang jamaah menyampaikan bahwa tausiyah yang dibawakan oleh anak-anak justru memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat.

‎“Jangan melihat siapa yang menyampaikan, tetapi lihat dan dengarkan apa yang ia sampaikan. Walaupun masih anak-anak, pesan yang mereka bawa sangat bermakna bagi kita semua,” ungkapnya.

‎Kehadiran para santri dalam program kultum Ramadhan ini menghadirkan suasana baru di tengah masyarakat. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa, kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada jamaah untuk mendapatkan tambahan ilmu dan pengingat tentang makna Ramadhan.

‎Para jamaah pun merasakan kebahagiaan tersendiri, karena selain beribadah, mereka juga dapat mendengarkan tausiyah yang mengingatkan pentingnya menjadikan puasa sebagai sarana memperbaiki diri.

Melalui kultum tersebut, jamaah diingatkan agar tidak membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk kembali kepada Allah dengan hati yang lebih bersih dan ketakwaan yang lebih kuat. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *