GONETNEWS.COM, Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail secara resmi mengukuhkan 150 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Aula El-Madina, Asrama Haji Gorontalo, Selasa (05/05/2026), sekaligus melakukan final check kesiapan operasional Embarkasi Haji Antara (EHA) 1447 H/2026 M.
Dalam arahannya, Gusnar melontarkan peringatan tegas dimana kinerja PPIH tahun ini akan menjadi penentu masa depan embarkasi haji Gorontalo. Ia menekankan seluruh petugas bekerja dengan fokus penuh, disiplin tinggi, dan dedikasi tanpa kompromi dalam melayani jemaah kloter 28 dan 30.
“Ini bukan tugas biasa. Sukses atau tidaknya pelayanan tahun ini akan menjadi catatan penting bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam memutuskan realisasi embarkasi haji Gorontalo,” tegasnya.
Gusnar juga menggarisbawahi kompleksitas jemaah yang akan dilayani, mulai dari perbedaan usia, kondisi kesehatan, hingga latar belakang sosial. Karena itu, ia meminta setiap petugas tidak lengah, terutama dalam dua titik krusial yaitu proses penerimaan hingga pemberangkatan, serta pemulangan jemaah kembali ke kabupaten/kota.
Selain pelayanan, aspek administrasi menjadi sorotan keras. Gusnar menekankan tidak boleh ada celah kesalahan dalam proses migrasi dokumen, checklist, pemeriksaan X-ray, hingga mobilisasi menuju Bandara Hasanuddin Makassar sebagai titik keberangkatan ke Tanah Suci.
Ia juga memberi apresiasi kepada seluruh instansi lintas sektor yang selama ini terlibat, seraya mengingatkan bahwa kerja kolektif tahun ini harus lebih solid jika Gorontalo ingin naik status menjadi embarkasi penuh dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, merinci komposisi 150 petugas yang dikukuhkan. Sebanyak 79 orang berasal dari PPIH lintas sektor yang melibatkan BKK, Imigrasi, Bea Cukai, Otoritas Bandara, Kantor Pos, hingga Dinas Kesehatan.
Kemudian, 60 orang bertugas di PPIH embarkasi yang menangani layanan jemaah sejak masuk asrama hingga keberangkatan. Sementara 11 lainnya merupakan petugas kloter yang terdiri dari ketua kloter, dokter, dan perawat yang akan mendampingi jemaah selama perjalanan hingga di Tanah Suci.
Mansur menegaskan seluruh personel dituntut bekerja cepat, tepat, dan profesional.
“Tidak ada ruang untuk kesalahan. Seluruh proses harus berjalan tertib dan aman agar transisi di embarkasi antara Gorontalo benar-benar siap menuju embarkasi penuh,” ujarnya. (GN-01)










