GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo — Desain bertajuk “Sumbu Bahtera Demokrasi” resmi ditetapkan sebagai pemenang utama sayembara gagasan desain Kantor Wali Kota Gorontalo yang baru setelah menyisihkan ratusan konsep arsitektur lain dalam kompetisi yang digelar Pemerintah Kota Gorontalo bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).
Pengumuman pemenang sayembara berlangsung di Hotel Aston Kota Gorontalo, Jumat (15/05/2026).
Konsep arsitektur modern berbasis kearifan lokal tersebut selanjutnya akan menjadi cetak biru pembangunan pusat pemerintahan baru yang direncanakan berdiri di atas lahan eks Terminal 42 Andalas seluas sekitar 1,8 hektare.
Pemerintah Kota Gorontalo memastikan pemanfaatan aset daerah itu menjadi langkah strategis dalam optimalisasi ruang perkotaan sekaligus penataan wajah baru birokrasi pemerintahan.
Saat ini, proses pembersihan lahan atau land clearing di kawasan eks terminal telah rampung dan area tersebut sudah diratakan untuk memasuki tahapan konstruksi berikutnya.
Konsep “Sumbu Bahtera Demokrasi” mengusung metafora kapal tradisional sebagai simbol arah pembangunan, ketahanan, dan perjalanan masa depan Kota Gorontalo. Rancangan bangunan dibuat responsif terhadap iklim tropis dengan memaksimalkan ventilasi alami serta efisiensi energi.
Selain itu, unsur budaya lokal turut diintegrasikan dalam pendekatan desain arsitektur. Salah satu konsep yang mendapat perhatian dewan juri adalah penggunaan motif Sulam Karawo pada fasad bangunan.
Pola perforasi menyerupai rajutan kain Karawo dirancang tidak hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga berfungsi menyaring radiasi matahari untuk menciptakan kenyamanan termal pada bangunan.
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, menegaskan gedung baru tersebut bukan sekadar simbol kemegahan fisik, melainkan representasi identitas pelayanan, budaya, keberlanjutan, dan masa depan masyarakat.
“Kantor wali kota bukan sekadar gedung pemerintahan, melainkan simbol pelayanan publik dan wahana birokrasi,” kata Indra.
Ia mengatakan kantor baru yang nantinya dibangun di Kota Gorontalo diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat karena akan menghadirkan pelayanan publik yang lebih maksimal dan representatif.
Menurut dia, proses sayembara menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam melibatkan publik dan kalangan profesional untuk menentukan arah pembangunan kota ke depan.
Ia juga menyebut sayembara tersebut menjadi cara Pemerintah Kota Gorontalo menunjukkan bahwa sebuah kota kecil di Pulau Sulawesi dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa mampu dikenal secara nasional melalui gagasan pembangunan yang terbuka dan inovatif.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri profesional, desain “Sumbu Bahtera Demokrasi” dengan kode SKWG 0049 keluar sebagai Juara I dan berhak memperoleh hadiah Rp150 juta serta dilibatkan dalam penyusunan dokumen teknis lanjutan.
Sementara itu, posisi Juara II diraih karya bertajuk “Selaras Bersanding” dengan kode SKWG 0251, sedangkan Juara III ditempati desain “Ma’Karawo Gorontalo” berkode SKWG 0226.
Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan tahapan lanjutan proyek dapat bergerak cepat setelah penetapan pemenang sayembara. Pada Juni hingga Juli mendatang, pemerintah akan membuka lelang penyusunan dokumen teknis arsitektur atau Detail Engineering Design (DED).
Selanjutnya, agenda peletakan batu pertama atau groundbreaking ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026 sebagai penanda dimulainya pembangunan fisik kantor baru di kawasan eks Terminal Andalas.
Adapun penyusunan dokumen DED secara menyeluruh ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Pemerintah Kota Gorontalo juga berencana membuka pameran publik yang menampilkan visualisasi maket serta konsep karya para finalis sayembara agar dapat disaksikan langsung oleh masyarakat. (GN-01)









