Tak Peduli Soal Basis Suara, Sri Darsianti Datangi Wilayah yang Tak Memilihnya Demi Perjuangkan Aspirasi

Tak Peduli Soal Basis Suara, Sri Darsianti Datangi Wilayah yang Tak Memilihnya Demi Perjuangkan Aspirasi
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dr. Sri Darsianti Tuna, saat menggelar reses masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026 di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Kamis (02/07/2026). Kegiatan itu dihadiri Camat Dumbo Raya, Lurah Talumolo, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Bagi sebagian politisi, daerah yang memberi suara besar kerap menjadi prioritas dalam agenda reses. Namun, pendekatan berbeda justru ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dr. Sri Darsianti Tuna. Legislator Fraksi PPP itu mengaku lebih memilih menyambangi wilayah yang bukan menjadi basis pendukungnya pada Pemilu 2024.

Pilihan tersebut disampaikannya saat menggelar reses masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026 di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Kamis (02/07/2026). Kegiatan itu dihadiri Camat Dumbo Raya, Lurah Talumolo, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di hadapan masyarakat, Sri Darsianti menegaskan bahwa dirinya tidak ingin program pembangunan hanya berputar di wilayah yang selama ini menjadi kantong suara. Baginya, seluruh warga di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Gorontalo memiliki hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh perhatian dari wakil rakyat.

“Saya lebih suka melaksanakan kegiatan reses di tempat-tempat orang yang tidak kenal dengan saya atau tidak memilih saya pada pemilihan lalu. Supaya setelah saling mengenal, kita bisa membangun interaksi yang baik sehingga program-program seperti pokok-pokok pikiran (pokir) dapat menyentuh seluruh masyarakat di Dapil I Kota Gorontalo,” kata Sri Darsianti.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa mandat sebagai anggota DPRD tidak hanya melekat kepada para pemilihnya, tetapi kepada seluruh masyarakat di daerah pemilihannya.

Menurut Sri Darsianti, reses merupakan kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat yang selama ini belum tersentuh program pembangunan maupun bantuan pemerintah. Karena itu, ia sengaja membuka ruang komunikasi dengan warga yang sebelumnya belum memiliki kedekatan dengannya.

Dialog yang berlangsung terbuka itu menghasilkan beragam usulan. Warga meminta bantuan perahu katinting untuk nelayan, bantuan pembangunan masjid, beasiswa pendidikan, bantuan peralatan bengkel, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, hingga dukungan bagi pelaku usaha kecil dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Seluruh aspirasi tersebut, kata dia, akan menjadi bahan perjuangan melalui program pokok-pokok pikiran DPRD sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selama masih ada ruang melalui program pokir, saya akan berusaha memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya ingin bantuan dan program pembangunan bisa dirasakan secara merata oleh seluruh warga Dapil I, bukan hanya di wilayah yang memilih saya,” ujarnya.

Ia menilai pemerataan pembangunan hanya dapat terwujud apabila wakil rakyat hadir untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik pada pemilu. Karena itu, reses menurutnya bukan sekadar kewajiban anggota dewan, melainkan sarana membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap aspirasi memperoleh ruang untuk diperjuangkan.

Komitmen tersebut menjadi pesan utama dalam reses Sri Darsianti di Talumolo: politik elektoral boleh berakhir di bilik suara, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus menjangkau semua warga tanpa memandang siapa yang dipilih pada hari pencoblosan. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *