Tak Peduli Soal Basis Suara, Indriani Dunda Siap Perjuangkan Jalan Rusak di Tomulabutao Induk

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda,tampung aspirasi warga dalam reses masa persidangan ketiga tahun sidang 2025–2026 yang digelar di salah satu rumah warga di Kelurahan Tomulabutao Induk, Rabu (01/07/2026).
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda, menegaskan komitmennya memperjuangkan perbaikan akses jalan rusak di Kelurahan Tomulabutao Induk, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, meski wilayah tersebut bukan menjadi basis utama perolehan suaranya pada Pemilu.

Komitmen itu disampaikan Indriani setelah menerima aspirasi warga dalam reses masa persidangan ketiga tahun sidang 2025–2026 yang digelar di salah satu rumah warga di Kelurahan Tomulabutao Induk, Rabu (01/07/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pertemuan tersebut, warga mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang telah rusak berat selama lebih dari 10 tahun tanpa pernah mendapat penanganan. Kerusakan jalan dinilai menghambat aktivitas masyarakat, terutama karena kawasan tersebut merupakan sentra usaha pengrajin pot bunga.

Menanggapi aspirasi itu, Indriani memastikan akan segera menindaklanjutinya dengan turun langsung meninjau lokasi untuk melihat tingkat kerusakan sekaligus mengkaji peluang penanganan melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

“Setelah reses ini saya akan turun langsung melihat kondisi jalan yang disampaikan warga. Kita akan cek apakah bisa diintervensi melalui dana pokir yang masih tersedia,” kata Indriani.

Ia menegaskan, sebagai wakil rakyat dirinya memiliki tanggung jawab memperjuangkan kebutuhan masyarakat tanpa membedakan wilayah yang menjadi basis pendukung politiknya.

“Memang di wilayah ini tidak banyak yang memilih saya. Tetapi itu bukan ukuran bagi saya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya juga warga Kecamatan Dungingi, sehingga sudah menjadi kewajiban saya untuk ikut memperhatikan kebutuhan masyarakat di sini,” ujarnya.

Menurut Indriani, masih terdapat alokasi pokir yang memungkinkan digunakan untuk pembangunan infrastruktur skala lingkungan, seperti pemasangan paving block pada jalan-jalan kecil. Namun, kepastian pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil peninjauan lapangan dan ketentuan teknis yang berlaku.

Ia menilai perbaikan akses jalan di Tomulabutao Induk bukan sekadar memenuhi kebutuhan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.

Mayoritas warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai pengrajin pot bunga yang membutuhkan akses jalan yang layak untuk memperlancar distribusi hasil produksi maupun mobilitas pembeli.

“Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Karena itu, kondisi jalan di kawasan ini perlu mendapat perhatian,” katanya.

Indriani menambahkan, reses menjadi momentum bagi anggota DPRD untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat tidak berhenti sebagai usulan semata, melainkan diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran maupun koordinasi dengan pemerintah daerah.

Warga berharap komitmen yang disampaikan Indriani Dunda dapat segera diwujudkan, sehingga jalan lingkungan yang selama lebih dari satu dekade rusak akhirnya dapat diperbaiki dan memberikan manfaat bagi aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat Tomulabutao Induk. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *