GONETNEWS.COM, Gorontalo – SMK Bina Taruna Gorontalo melakukan skrining kesehatan terhadap seluruh siswa baru sebagai langkah deteksi dini sebelum mereka mengikuti proses pembelajaran dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027.
Sebanyak 50 siswa baru menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, Jumat (10/07/2026), bekerja sama dengan tenaga dinas kesehatan. Pemeriksaan tersebut menjadi tahapan awal sebelum MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Juli 2026.
Kepala SMK Bina Taruna Gorontalo, Karyono, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memperoleh gambaran awal kondisi kesehatan setiap peserta didik sehingga sekolah dapat menyiapkan langkah pendampingan apabila ditemukan masalah kesehatan tertentu.
“Melalui pemeriksaan ini kami ingin mengetahui kondisi kesehatan awal seluruh siswa. Jika ada hal-hal yang memerlukan perhatian khusus, sekolah dapat segera mengambil langkah yang diperlukan agar tidak menghambat proses belajar mereka,” katanya.
Menurut Karyono, kesehatan peserta didik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Karena itu, sekolah berupaya memastikan seluruh siswa memulai tahun ajaran baru dalam kondisi sehat dan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Selain pemeriksaan kesehatan, sekolah juga menggelar sesi wawancara dengan orang tua dan wali siswa. Kegiatan tersebut bertujuan membangun komunikasi dan kolaborasi sejak awal antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendampingi perkembangan peserta didik.
“Kami ingin orang tua mengetahui berbagai program sekolah dan menjadi mitra dalam mendukung pembinaan siswa. Komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga akan sangat membantu keberhasilan pendidikan anak,” ujarnya.
Karyono menambahkan, MPLS tahun ini akan berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, antara lain Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Dinas Kesehatan.
Berbagai materi yang diberikan tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan pemahaman mengenai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, bahaya penyalahgunaan narkoba, kesehatan, serta pembentukan karakter sebagai bekal menjalani pendidikan di sekolah kejuruan.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMK Bina Taruna Gorontalo menerima 50 siswa baru yang berasal dari berbagai daerah. Selain berasal dari kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo, sejumlah peserta didik juga datang dari luar daerah, seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Makassar. Keberagaman asal siswa tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMK Bina Taruna Gorontalo sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan kompetensi kejuruan, tetapi juga pembinaan karakter, disiplin, dan kesehatan peserta didik sejak hari pertama memasuki sekolah. (GN-01)










