Dua Bulan Konsumsi Bitule, Warga Batudaa Terima Bantuan Pemprov Gorontalo

Dua Bulan Konsumsi Bitule, Warga Batudaa Terima Bantuan Pemprov Gorontalo
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau langsung kondisi warga Kecamatan Batudaa yang mengkonsumsi bitule, Jumat siang (11/09/2026)
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Kabgor – Kemarau berkepanjangan mulai menunjukkan dampak serius terhadap ketahanan pangan warga di Kabupaten Gorontalo. Di tengah sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari, sejumlah warga Desa Huntu dan Desa Pilobuhuta, Kecamatan Batudaa, terpaksa mengonsumsi bitule atau ubi hutan yang dikenal beracun selama kurang lebih dua bulan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo setelah informasi mengenai warga yang mengonsumsi bitule sampai ke Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gubernur kemudian memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo untuk menelusuri keberadaan warga yang mengalami kondisi tersebut.

Kepala DKPTPH Provinsi Gorontalo Muljadi D Mario mengatakan, hasil penelusuran menemukan sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di Desa Huntu dan Desa Pilobuhuta yang mengaku terpaksa mengonsumsi bitule.

“Setelah ditelusuri, kami menemukan 10 KK di dua desa tersebut. Mereka mengaku mengonsumsi bitule karena kesulitan keuangan,” kata Muljadi.

Menurut dia, kesulitan ekonomi warga tidak terlepas dari tanaman pertanian yang mengalami gagal panen akibat kemarau yang berkepanjangan.

Kondisi itu membuat sebagian warga kehilangan sumber pangan sekaligus sumber pendapatan. Dalam situasi tersebut, bitule yang tumbuh di alam menjadi pilihan untuk bertahan memenuhi kebutuhan makan.

Fenomena tersebut menjadi alarm bagi pemerintah bahwa dampak kekeringan tidak lagi sebatas mengganggu tanaman pertanian, tetapi mulai menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat, yakni pangan.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau langsung kondisi warga Kecamatan Batudaa, Jumat siang (11/09/2026) menegaskan, konsumsi bitule merupakan tanda serius bahwa kemarau telah berlangsung cukup panjang dan membutuhkan intervensi pemerintah.

“Kalau rakyat sudah makan bitule, itu menandakan kemarau sudah cukup panjang dan sudah harus diintervensi oleh pemerintah melalui bantuan,” ujar Gusnar.

Ia mengatakan pemerintah harus hadir ketika masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pangan akibat kondisi alam yang berkepanjangan.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dialokasikan pemerintah pusat melalui Perum Bulog.

Masing-masing keluarga mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras.

Tidak hanya beras CPP, DKPTPH Provinsi Gorontalo juga memberikan bantuan tambahan berupa lima kilogram beras, satu liter minyak, 10 butir telur, serta benih jagung.

Benih tersebut diberikan untuk membantu warga mengganti tanaman jagung mereka yang gagal panen akibat kemarau.

Bantuan itu diharapkan dapat mengurangi tekanan warga sekaligus menjadi langkah awal untuk memulihkan kembali aktivitas pertanian mereka. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *