GONETNEWS.COM, Gorontalo — Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo mulai mematangkan langkah membuka Program Studi Magister (S2) Ilmu Pertanian.
Tak sekadar menambah program studi, Unisan menyiapkan S2 Ilmu Pertanian dengan memastikan aspek akademik, sumber daya manusia, tata kelola hingga dukungan riset memenuhi standar yang dipersyaratkan pemerintah.
Upaya itu dilakukan melalui konsultasi dan pendampingan intensif bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI pada 14-15 September 2026.
Pendampingan berlangsung secara langsung di Kantor LLDIKTI Wilayah XVI dan melalui Zoom Meetings.
Delegasi Unisan dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Kindom. Turut dalam tim, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Zainal Abidin, Kaprodi S2 Ilmu Pemerintahan Dr. Imran Kamaruddin, serta dosen Fakultas Pertanian Muhammad Sudirman Akilie, S.TP., M.Si. dan Syamsir, S.P., M.Si.
Pembahasan dipusatkan pada kesiapan instrumen borang dalam platform SIAGA (Sistem Informasi Kelembagaan), terutama aspek yang menjadi penentu kelayakan pembukaan program studi baru.
Tim menelaah legalitas dan distingsi keilmuan, rancangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan, kecukupan serta linieritas dosen, tata kelola dan sistem penjaminan mutu, hingga kesiapan laboratorium dan fasilitas penelitian.
LLDIKTI XVI juga memberikan catatan evaluasi dan rekomendasi perbaikan terhadap instrumen yang disiapkan Unisan. Validasi data menjadi bagian penting agar seluruh dokumen yang diunggah ke SIAGA sesuai dengan ketentuan.
Bagi Unisan, pembukaan S2 Ilmu Pertanian diarahkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan pascasarjana, tetapi juga memperkuat kapasitas riset dan sumber daya manusia pertanian di Gorontalo.
Program tersebut diharapkan melahirkan tenaga magister yang mampu menjawab tantangan pertanian modern sekaligus mendorong riset dan hilirisasi inovasi untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Gorontalo dan kawasan timur Indonesia. (GN-RLS)










