Komisi II Temukan Kendala Utama Gerai KMP Tilihuwa

Komisi II Temukan Kendala Utama Gerai KMP Tilihuwa
Komisi II melakukan monitoring dan evaluasi progres pembangunan Gerai KMP di Kantor Lurah Tilihuwa, Selasa (22/09/2026). (Foto Istimewah)
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Limboto — Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menemukan persoalan lahan menjadi kendala utama pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Temuan itu diperoleh saat Komisi II melakukan monitoring dan evaluasi progres pembangunan Gerai KMP di Kantor Lurah Tilihuwa, Selasa (22/09/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru, mengatakan sejumlah alternatif lahan memang telah tersedia. Namun, belum seluruhnya memenuhi persyaratan untuk pembangunan gerai.

“Yang menjadi persoalan sekarang adalah bagaimana memastikan lahan yang memenuhi persyaratan, baik dari sisi teknis maupun aksesnya,” kata Meyke.

Menurut dia, beberapa lahan memiliki harga yang relatif terjangkau, tetapi terkendala akses jalan dan posisi lahan yang kurang mendukung. Kondisi itu membuat penentuan lokasi membutuhkan kajian lebih lanjut.

Komisi II juga membahas opsi pemanfaatan aset daerah yang saat ini tercatat pada Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo. Aset tersebut merupakan aset bawaan sebelum pemekaran Provinsi Gorontalo.

Namun, penggunaan aset tersebut tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Salah satu opsi yang dibahas yakni melalui skema pinjam pakai atau sewa.

Meyke mengatakan kepastian lahan menjadi hal penting karena pembangunan Gerai KMP tidak dapat ditindaklanjuti apabila aspek lokasi dan administrasinya belum selesai.

“Kalau lahannya sudah siap dan persoalan administrasinya selesai, maka pembangunan bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Tilihuwa menyampaikan pengurus Koperasi Merah Putih tetap memiliki antusiasme untuk menjalankan program tersebut. Kendala yang masih dihadapi terutama menyangkut kepastian lahan dan waktu realisasi dukungan anggaran.

Komisi II telah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai sejumlah alternatif lokasi. Data dan peta lahan yang tersedia akan menjadi bahan untuk pembahasan lanjutan bersama instansi yang menangani pembangunan Gerai KMP.

Koordinasi juga akan dilakukan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan guna memastikan lokasi sekaligus memperjelas tahapan pelaksanaan program.

Komisi II berharap persoalan lahan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan Gerai KMP Tilihuwa tidak berhenti pada tahap persiapan dan dapat segera direalisasikan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.(GN-RLS)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *