Ada yang Perlu Diwaspadai Pelajar, IAI dan BNN Buka Soal Penyalahgunaan Obat

Ada yang Perlu Diwaspadai Pelajar, IAI dan BNN Buka Soal Penyalahgunaan Obat
Kegiatan Apoteker Goes to School yang digelar Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di SMP Negeri 11 Kota Gorontalo, Jumat (25/09/2026).
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Ada hal yang perlu diwaspadai pelajar di balik penggunaan obat sehari-hari. Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Apoteker Goes to School yang digelar Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di SMP Negeri 11 Kota Gorontalo, Jumat (25/09/2026).

Para siswa diberikan pemahaman tentang penggunaan obat secara bijak sekaligus dibekali pengetahuan untuk mengenali potensi penyalahgunaan obat.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Provinsi Gorontalo, Jayadi Azis, mengatakan pemahaman mengenai obat perlu diberikan kepada anak sejak dini.

Menurutnya, ketidaktahuan dalam menggunakan obat dapat menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap kesehatan jika tidak diperhatikan.

“Pengenalan dan pemanfaatan obat secara dini sangat penting karena dampaknya lebih besar bagi kesehatan jika diabaikan,” kata Jayadi.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak sembarangan mendapatkan obat. Obat harus diperoleh melalui tempat resmi, seperti rumah sakit, puskesmas, dan apotek yang diakui Kementerian Kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diberikan penjelasan mengenai penggunaan obat, tetapi juga diperkenalkan dengan perbedaan label warna pada obat.

Mulai dari label hijau, biru hingga merah, para siswa dijelaskan mengenai arti masing-masing tanda serta bagaimana obat tersebut harus disimpan dan digunakan.

Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar agar tidak mudah menggunakan obat tanpa pengetahuan yang benar.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 11 Kota Gorontalo, Arsita Laima, menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, edukasi mengenai obat sangat penting diberikan kepada siswa mengingat penyalahgunaan obat untuk hal-hal negatif menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Di era saat ini penyalahgunaan obat ke hal-hal negatif sangat tinggi di Gorontalo,” ujar Arsita.

Ia menilai sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam mencegah penyalahgunaan obat. Pengawasan juga harus diperkuat dari lingkungan keluarga.

Karena itu, Arsita mengimbau para orang tua untuk bersama-sama mengawasi anak-anak, terutama terkait penggunaan obat-obatan yang tidak pada tempatnya.

Dengan edukasi sejak bangku sekolah, siswa diharapkan mampu memahami bahwa obat bukan sesuatu yang dapat digunakan secara sembarangan. Pengetahuan yang benar menjadi salah satu langkah penting agar obat digunakan sesuai kebutuhan dan tidak disalahgunakan. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *