Tak Lagi Andalkan Alat Manual, IKM Meubel Pohuwato Kini Gunakan Mesin CNC Hasil Aspirasi Limonu Hippy

Tak Lagi Andalkan Alat Manual, IKM Meubel Pohuwato Kini Gunakan Mesin CNC Hasil Aspirasi Limonu Hippy
Penyerahan bantuan aspirasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy, oleh Diskumperindag Provinsi Gorontalo kepada tiga pelaku IKM di Kantor Art Gallery Dekranasda Gorontalo, Rabu (07/10/2026).

GONETNEWS.COM, Gorontalo — Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) meubel di Kabupaten Pohuwato kini mulai meninggalkan peralatan manual yang selama ini digunakan untuk mengukir kayu. Peralihan itu terjadi setelah mereka menerima bantuan mesin dan peralatan meubel dari Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari aspirasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy, yang diperjuangkan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi pelaku IKM.

Bacaan Lainnya

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Diskumperindag Provinsi Gorontalo kepada tiga pelaku IKM di Kantor Art Gallery Dekranasda Gorontalo, Rabu (07/10/2026). Penyerahan tersebut turut didampingi Limonu Hippy.

Salah satu penerima bantuan, Yahya Walangadi dari IKM Meubel Berkah, Desa Iloheluma Barat, Kecamatan Patilanggio, mengaku bersyukur karena aspirasi yang sebelumnya disampaikan kepada Limonu Hippy kini telah terealisasi.

Menurut Yahya, selama ini proses mengukir kayu masih dilakukan menggunakan alat manual yang dimodifikasi. Kondisi itu membuat proses produksi menjadi lebih terbatas.

Namun, dengan bantuan mesin ukir kayu CNC, proses produksi kini dapat dilakukan menggunakan teknologi yang lebih modern.

“Alhamdulillah, aspirasi yang kami sampaikan sudah terealisasi. Sekarang kami sudah memiliki mesin CNC sehingga tidak lagi menggunakan alat manual yang dimodifikasi,” ujar Yahya.

Mesin CNC merupakan perangkat yang dikendalikan komputer untuk memahat, memotong, maupun mengukir pola dan desain pada permukaan kayu secara otomatis dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Kehadiran mesin tersebut juga membuka peluang bagi Yahya untuk memproduksi sendiri berbagai kebutuhan kayu ukir tanpa lagi harus memesan dari luar daerah.

“Kami bisa produksi sendiri. Tidak perlu lagi memesan dari luar daerah. Mudah-mudahan hasil produksi kami nanti bisa berkembang dan dipasarkan sampai ke daerah lain di luar Pohuwato,” katanya.

Selain Yahya, dua pelaku IKM lainnya juga menerima bantuan, yakni Ikbal Moputi dari IKM Bintang Terang, Desa Iloheluma, Kecamatan Patilanggio, serta Ludin Lapata dari IKM Meubel Kreatif, Desa Manawa, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato.

Ketiga penerima bantuan IKM Meubel tersebut diatas bersumber dari Aspirasi Limonu Hippy. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan berupa mesin ketam duduk, mesin bor pahat, mesin gergaji potong, dan mesin diesel.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Limonu Hippy mengatakan bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah proses produksi, tetapi juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Harapan kami, bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga benar-benar mempermudah usaha mereka. Yang paling penting, bantuan ini bisa menambah perputaran ekonomi di masyarakat dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lainnya,” kata Limonu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, khususnya Diskumperindag, yang telah merealisasikan bantuan hingga diterima langsung oleh para pelaku IKM.

Limonu berharap bantuan peralatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi mampu mendorong pelaku IKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan skala usahanya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag Bidang Perindustrian, Ramlah Safei, mengatakan pemberian bantuan peralatan IKM tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi para pelaku usaha.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 terdapat sekitar 28 pelaku usaha IKM meubel yang mendapatkan bantuan melalui aspirasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Setiap penerima memperoleh bantuan senilai sekitar Rp25 juta dalam bentuk peralatan produksi.

Dengan dukungan peralatan tersebut, pemerintah berharap pelaku IKM tidak hanya mampu meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga memperkuat daya saing produk meubel lokal sehingga memiliki peluang pasar yang lebih luas. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *