Warga Ibarat Keluhkan Banjir dan Krisis Ruang Kelas, Gustam Siapkan Perjuangan Lewat Pokir

Warga Ibarat Keluhkan Banjir dan Krisis Ruang Kelas, Gustam Siapkan Perjuangan Lewat Pokir
Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Gustam Ismail, di Desa Ibarat, Rabu (04/11/2026).

GONETNEWS.COM, Gorut – Banjir yang terus berulang setiap musim penghujan dan keterbatasan ruang belajar menjadi persoalan mendasar yang belum terselesaikan di Desa Ibarat, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Warga meminta perhatian serius pemerintah, mulai dari pembenahan saluran air hingga penambahan fasilitas pendidikan.

Persoalan tersebut mencuat dalam Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Gustam Ismail, di Desa Ibarat, Rabu (04/11/2026). Selain infrastruktur dan pendidikan, warga juga menyampaikan kebutuhan bantuan pangan, bibit jagung, peralatan pertanian hingga beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.

Bacaan Lainnya

Dalam penyampaian aspirasi, masyarakat mengungkapkan banjir masih menjadi ancaman setiap musim penghujan. Salah satu penyebabnya adalah saluran air yang menghubungkan Desa Ilangata dan Desa Ibarat sudah lama tidak berfungsi optimal. Hingga kini, saluran tersebut belum mendapatkan peremajaan sehingga membutuhkan penanganan agar tidak terus memicu genangan dan mengganggu aktivitas warga.

Di sektor pendidikan, persoalan daya tampung sekolah juga semakin mendesak. Sejumlah sekolah dinilai tidak lagi mampu menampung jumlah siswa karena keterbatasan ruang belajar. Kondisi ini turut memunculkan persoalan dalam penerimaan peserta didik melalui sistem zonasi.

Warga berharap pemerintah mengalokasikan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sekaligus memperluas areal sekolah. Tanpa penambahan fasilitas, keterbatasan daya tampung dikhawatirkan terus menghambat akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Persoalan lain yang tak kalah penting adalah ketahanan pangan. Hingga November 2026, masyarakat masih menghadapi musim kemarau sehingga bantuan pangan dinilai perlu ditingkatkan untuk membantu keluarga yang terdampak.

Para petani juga mengharapkan bantuan bibit jagung dan alat mesin pertanian (alsintan). Dukungan tersebut dibutuhkan agar petani memiliki sarana produksi yang memadai untuk mengolah lahan dan mempertahankan produktivitas di tengah kondisi yang belum menguntungkan.

Selain itu, warga meminta perhatian terhadap akses pendidikan tinggi melalui bantuan beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Gustam Ismail memastikan aspirasi masyarakat akan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah, termasuk melalui alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD.

Gustam menjelaskan, sebagian besar usulan masyarakat dalam reses kali ini berpeluang direalisasikan melalui perencanaan anggaran 2028. Pasalnya, pembahasan APBD 2027 telah selesai, sedangkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2028 dijadwalkan berlangsung pada awal 2027.

Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah alokasi Pokir yang dapat diperjuangkan untuk tahun anggaran 2027. Di antaranya bantuan bibit jagung dan bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Gustam juga membuka peluang memperjuangkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu melalui usulan Pokir. Sementara kebutuhan alsintan bagi petani akan menjadi bagian dari aspirasi yang diperjuangkan sesuai mekanisme penganggaran.

Ia mengakui, keterbatasan kemampuan keuangan daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap usulan harus disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah dan skala prioritas pembangunan.

Namun, Gustam menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menghilangkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berkomitmen mengawal aspirasi tersebut agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan dan diperjuangkan sesuai kewenangannya sebagai wakil rakyat.

Melalui reses ini, masyarakat berharap persoalan yang selama ini mereka hadapi tidak berhenti sebagai catatan aspirasi. Penanganan saluran air, penambahan ruang kelas, bantuan pangan, dukungan pertanian hingga beasiswa membutuhkan tindak lanjut nyata agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga Desa Ibarat. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *