Gustam Ismail Minta Dapur MBG Serap Hasil Nelayan dan Petani Gorontalo Utara

Gustam Ismail Minta Dapur MBG Serap Hasil Nelayan dan Petani Gorontalo Utara
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) V Gorontalo Utara, Gustam Ismail, saat melakukan kunjungan lapangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tolango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (05/11/2026).

GONETNEWS.COM, Gorut – Keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gorontalo Utara diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga mampu membuka pasar bagi hasil produksi masyarakat lokal.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) V Gorontalo Utara, Gustam Ismail, saat melakukan kunjungan lapangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tolango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (05/11/2026).

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027. Dalam peninjauan itu, Gustam meminta pengelola SPPG memprioritaskan supplier lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dan perlengkapan dapur MBG.

Menurutnya, operasional SPPG harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Apalagi, Gorontalo Utara memiliki potensi perikanan, pertanian, dan peternakan yang dapat mendukung kebutuhan bahan pangan program tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian Gustam adalah kebutuhan ikan. Ia menilai, daerah dengan garis pantai yang panjang seperti Gorontalo Utara semestinya mampu memenuhi sebagian kebutuhan ikan dapur MBG melalui hasil tangkapan nelayan setempat.

Bahkan, hasil laut tangkapan nelayan Gorontalo Utara selama ini dikirim hingga ke Kota Gorontalo. Kondisi tersebut menurutnya harus menjadi pertimbangan agar kebutuhan dapur MBG di daerah sendiri dapat memanfaatkan hasil produksi nelayan lokal.

“Jangan sampai hasil laut dari daerah sendiri justru dikirim ke Kota Gorontalo, sementara kebutuhan ikan untuk dapur MBG di Gorontalo Utara malah dipasok dari luar. Potensi nelayan kita harus diberi ruang,” tegas Gustam.

Ia menjelaskan, apabila kebutuhan dapur MBG dipenuhi melalui produksi masyarakat setempat, manfaat ekonominya akan dirasakan lebih luas. Tidak hanya nelayan, tetapi juga petani, peternak, dan pelaku UMKM yang berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.

Selain memberikan masukan terkait supplier, Gustam juga mengapresiasi pengelolaan SPPG Tolango. Ia menilai aspek penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar serta sistem pembuangan limbah sudah cukup baik dan higienis.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kepastian hubungan kerja sama antara pengelola SPPG dengan supplier maupun tenaga kerja.

Gustam menyayangkan adanya kecenderungan pemutusan kerja sama secara sepihak terhadap pemasok dan pekerja yang belakangan berkembang di Gorontalo.

Menurutnya, setiap hubungan kerja sama harus dilandasi profesionalitas, transparansi, dan komunikasi yang baik. Apabila terjadi persoalan, penyelesaiannya harus melalui mekanisme yang jelas agar tidak merugikan salah satu pihak.

Ia berharap pengelola SPPG Tolango dapat memperhatikan berbagai masukan tersebut, sehingga keberadaan dapur MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan, tetapi juga menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Gorontalo Utara.

Bagi Gustam, keberhasilan program MBG tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu menyerap hasil produksi dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat daerah. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *