GONETNEWS.COM, Puncak Botu – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan rapat kerja bersama mitra kerja instansi vertikal, yakni Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo serta Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Gorontalo, Senin (12/01/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Dulohupa Gedung DPRD tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III, Espin Tulie.
Pertemuan ini membahas secara rinci evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahun 2025, serta menyusun rencana program tahun 2026 yang menggunakan sumber pendanaan baik dari APBD maupun APBN.
Dari pantauan, sejumlah persoalan menjadi perhatian Komisi III, terutama terkait hasil kunjungan lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa temuan yang disoroti antara lain kondisi sanitasi dan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dinilai masih membutuhkan peningkatan kualitas.
Espin Tulie dalam rapat itu juga meminta penjelasan mengenai mekanisme pengusulan dan pengakomodiran berbagai program BPBPK, seperti pembangunan jalan, paving block, hingga penyediaan fasilitas diesel. Ia menekankan pentingnya prioritas pada sektor sanitasi, mengingat masih ditemukan kondisi sanitasi buruk di beberapa lokasi yang sempat dikunjungi Komisi III.
“Sanitasi ini menjadi perhatian serius. Dari kunjungan kami, masih banyak yang perlu dibenahi. Kami ingin tahu bagaimana agar program-program tersebut dapat terakomodir secara optimal,” tegas Espin.
Selain itu, Komisi III menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kabupaten Bone Bolango yang menurut rencana akan mulai dimanfaatkan pada tahun ini. Espin berharap ke depan BPBPK Gorontalo dapat mengalokasikan bantuan program serupa untuk Kota Gorontalo.
Dalam rapat tersebut, Komisi III juga memberikan apresiasi atas capaian kinerja BPBPK Gorontalo tahun anggaran 2025 yang dinilai sangat baik, dengan progres fisik mencapai 98 persen dan realisasi anggaran sebesar 99 persen.
“Kinerja BPBPK sangat positif. Kami berharap capaian ini terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam pelaksanaan program tahun 2026,” ujar Espin Tulie. (GN-01)











