KDRT Berujung 17 Tusukan, Adhan Beri Pesan Keras untuk Para Pria di Gorontalo

KDRT Berujung 17 Tusukan, Adhan Beri Pesan Keras untuk Para Pria di Gorontalo
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menjenguk langsung korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengalami 17 luka tusukan dan kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Kota Gorontalo, Kamis (27/08/2026).
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo — Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memberikan pesan keras kepada para pria agar mampu mengendalikan emosi dan tidak menggunakan kekerasan sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga.

Pesan itu disampaikan Adhan setelah menjenguk langsung korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengalami 17 luka tusukan dan kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Kota Gorontalo, Kamis (27/08/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Adhan yang baru tiba di Gorontalo setelah menjalankan agenda pemerintahan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, memilih langsung menuju rumah sakit untuk melihat kondisi korban, sebelum kembali ke rumah dinas.

Usai melihat kondisi korban, Adhan mengaku prihatin dengan kasus kekerasan yang berawal dari persoalan rumah tangga tersebut.

Menurutnya, konflik dalam rumah tangga semestinya diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan pasangan.

“Saya prihatin. Persoalan rumah tangga seharusnya diselesaikan dengan baik dan kepala dingin,” kata Adhan.

Ia menegaskan tidak ingin mencampuri persoalan rumah tangga korban dan pelaku. Namun, Adhan mengingatkan bahwa ketika hubungan rumah tangga sudah tidak dapat dipertahankan, masih ada cara lain yang dapat ditempuh tanpa menggunakan kekerasan.

“Kalau sudah tidak mampu lagi mengurus istri, kembalikan kepada orang tuanya. Jangan melakukan tindakan kekerasan yang bisa membahayakan nyawa,” ujarnya.

Adhan pun meminta masyarakat, khususnya para pria, untuk lebih mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan keluarga.

Ia berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di Kota Gorontalo dan masyarakat dapat menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran bahwa kekerasan bukan solusi dalam menyelesaikan konflik rumah tangga.

“Jangan menjadikan kekerasan sebagai jalan keluar ketika menghadapi persoalan keluarga,” tegasnya.

Sebelumnya, SM menjadi korban penikaman di sebuah indekos di Jalan Kasuari, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Sabtu (22/08/2026).

Dalam kejadian tersebut, korban mengalami 17 luka tusukan yang diduga dilakukan oleh suaminya, FM (26).

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Aloei Saboe dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Sementara itu, FM telah ditahan di Polresta Gorontalo Kota untuk menjalani proses hukum atas kasus tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Gorontalo karena kekerasan dalam rumah tangga telah berujung pada tindakan yang mengancam nyawa. Adhan berharap tidak ada lagi persoalan keluarga di Kota Gorontalo yang berakhir dengan kekerasan. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *