GONETNEWS.COM, Gorontalo — Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Gorontalo memperketat inspeksi keselamatan atau rampcheck terhadap armada bus serta pengawasan kapal penyeberangan dalam rangka mendukung kelancaran Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah di wilayah Provinsi Gorontalo.
Kepala BPTD Kelas II Gorontalo, Zulmardi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna memastikan perjalanan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan selamat.
“Sejalan dengan tema Angkutan Lebaran tahun ini ‘Mudik Nyaman Bersama’, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” ujar Zulmardi, Jumat (13/03/2026).
Berdasarkan evaluasi pola pergerakan masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya, mobilitas penumpang dan kendaraan selama periode Angkutan Lebaran diperkirakan mengalami peningkatan. Jumlah penumpang diprediksi naik sekitar lima persen, sementara pergerakan kendaraan diperkirakan meningkat empat persen.
Untuk moda transportasi penyeberangan, jumlah penumpang diproyeksikan meningkat sekitar empat persen, dengan kenaikan jumlah kendaraan yang menggunakan layanan penyeberangan sebesar dua persen.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, BPTD Kelas II Gorontalo melakukan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (rampcheck) terhadap kendaraan angkutan umum guna memastikan seluruh armada memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
Kegiatan pemeriksaan tersebut dilaksanakan di Terminal Tipe A Dungingi dan Terminal Tipe A Isimu, dengan fokus pada kondisi kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan pengemudi dalam melayani penumpang.
Berdasarkan data BPTD, wilayah kerja BPTD Kelas II Gorontalo memiliki 11 perusahaan otobus dengan total 56 unit armada. Seluruh armada tersebut telah menjalani pemeriksaan berkala oleh penguji kendaraan bermotor di terminal tipe A.
Selain itu, hingga saat ini tercatat sebanyak 135 unit angkutan umum telah menjalani rampcheck. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga memasuki puncak arus mudik maupun setelah Idul Fitri 1447 Hijriah.
Di sektor angkutan penyeberangan, operasional kapal feri di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo dan Pelabuhan Penyeberangan Marisa juga telah dipersiapkan untuk melayani mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.
Seluruh kapal yang beroperasi dipastikan memenuhi standar pelayanan minimal serta berada dalam pengawasan ketat selama masa operasional.
Sebagai bentuk penguatan pelayanan dan pengawasan, BPTD Kelas II Gorontalo juga menyiapkan Posko Angkutan Lebaran di sejumlah titik strategis, antara lain di Terminal Tipe A Dungingi, Terminal Tipe A Isimu, Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, serta Pelabuhan Penyeberangan Marisa.
Posko tersebut berfungsi untuk memantau operasional transportasi, memberikan informasi kepada masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor selama masa Angkutan Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, BPTD Kelas II Gorontalo juga melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kepolisian, TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, PT Jasa Raharja, serta seluruh unsur terkait lainnya guna memastikan penyelenggaraan transportasi berjalan aman, tertib, dan lancar.
Zulmardi mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar merencanakan perjalanan dengan baik, menggunakan angkutan umum resmi dan berizin, serta selalu mematuhi aturan keselamatan selama perjalanan.
“Dengan kerja sama seluruh pihak, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” kata dia. (GN-01)











