Tak Sekadar KKN, Mahasiswa UNG Hadirkan Inovasi BUNGA SIAGA untuk Selamatkan Ibu dan Bayi

Tak Sekadar KKN, Mahasiswa UNG Hadirkan Inovasi BUNGA SIAGA untuk Selamatkan Ibu dan Bayi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi BUNGA SIAGA (Bunda Unggul Cegah Komplikasi Bersama Suami Siaga) sebagai upaya meningkatkan keselamatan ibu hamil dan bayi di Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (07/08/2026).
banner 468x60

GONETNEWES.COM, Bone Bolango – Kuliah Kerja Nyata (KKN) tak lagi sekadar menjadi program pengabdian masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuktikan hal tersebut dengan menghadirkan inovasi BUNGA SIAGA (Bunda Unggul Cegah Komplikasi Bersama Suami Siaga) sebagai upaya meningkatkan keselamatan ibu hamil dan bayi di Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (07/08/2026).

Program yang dirangkaikan dengan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi ibu hamil itu menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) melalui penguatan peran keluarga, khususnya suami, dalam mendampingi proses kehamilan hingga persalinan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan di Balai Desa Bubeya tersebut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG Ns. Gusti Pandi Liputo, S.Kep., M.Kep. dan Dr. Ridha Hafid, S.ST., M.Kes., Kepala Desa Bubeya Moh. Rizaldi Usman, perwakilan Puskesmas Suwawa, bidan desa, kader kesehatan, serta ibu hamil bersama suami atau pendamping.

Koordinator Desa KKN-PK UNG, Fikri Haykal Ruchban, mengatakan program BUNGA SIAGA lahir sebagai jawaban atas pentingnya deteksi dini komplikasi kehamilan yang masih menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kematian ibu dan bayi.

“Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan deteksi dini komplikasi kehamilan, meningkatkan keterlibatan aktif suami dalam pendampingan kehamilan, serta membekali masyarakat dengan keterampilan penanganan kegawatdaruratan dasar,” katanya.

Program tersebut mengusung tema “Optimalisasi Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA).”

Tidak hanya memberikan penyuluhan mengenai tanda bahaya kehamilan, mahasiswa KKN-PK UNG juga menghadirkan sejumlah inovasi edukatif, mulai dari pemutaran video kesehatan ibu dan bayi, praktik pijat oksitosin yang dilakukan langsung oleh para suami, hingga simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada ibu hamil yang dipandu dosen Keperawatan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa turut meluncurkan Buku Saku BUNGA SIAGA dan Kartu Suami SIAGA yang terintegrasi dengan Lembar Rencana Persalinan Keluarga (RPK). Inovasi tersebut dirancang untuk membantu keluarga mempersiapkan persalinan secara lebih terencana, termasuk kesiapan transportasi darurat, calon pendonor darah, hingga pengambilan keputusan apabila terjadi komplikasi.

Kepala Desa Bubeya, Moh. Rizaldi Usman, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa UNG karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda KKN, tetapi menjadi sarana edukasi yang mampu mengubah cara pandang masyarakat, terutama para suami, agar lebih peduli terhadap kesehatan ibu hamil.

“Selama ini perhatian terhadap ibu hamil lebih banyak difokuskan kepada tenaga kesehatan. Padahal, suami merupakan orang pertama yang harus siap mengambil tindakan ketika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PK UNG, Gusti Pandi Liputo, S.Kep., M.Kep dan Dr. Ridha Hafid, S.ST., M.Kes, mengatakan BUNGA SIAGA dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan agar penanganan ibu hamil tidak hanya bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut mereka, pengetahuan mengenai deteksi dini tanda bahaya kehamilan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar yang telah diberikan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai langkah nyata mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting sejak masa kehamilan.

Perwakilan Puskesmas Suwawa, Inang Isima,S.ST, menilai Kartu Suami SIAGA menjadi inovasi yang sangat membantu petugas kesehatan dalam memantau kesiapsiagaan keluarga menghadapi persalinan.

“Inovasi ini memudahkan kami melihat kesiapan keluarga, mulai dari rencana persalinan, calon pendonor darah hingga transportasi darurat. Hal-hal seperti ini sering kali menentukan cepat atau lambatnya penanganan ketika terjadi kegawatdaruratan,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis media edukasi kepada peserta, sesi diskusi interaktif, ramah tamah, serta foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama membangun keluarga yang lebih siaga demi menyelamatkan ibu dan bayi sejak masa kehamilan. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *