GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo — Tradisi walima dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Dulalowo Timur, Kota Gorontalo, tahun ini berlangsung lebih semarak.
Sebanyak 22 tolangga disiapkan jamaah untuk memeriahkan perayaan yang digelar Minggu (06/09/2026). Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 12 tolangga.
Puluhan tolangga itu dihias dan dipenuhi beragam kue tradisional khas Gorontalo. Kolombengi, wapili hingga nasi kuning menjadi bagian dari sajian yang menghiasi tolangga dalam pelaksanaan tradisi tersebut.
Namun, ada satu tolangga yang tampil berbeda dan menjadi perhatian, khususnya bagi anak-anak.
Panitia dan jamaah secara khusus menyiapkan satu tolangga yang diperuntukkan bagi generasi muda. Jika tolangga lainnya didominasi kue tradisional untuk mendukung pelaksanaan zikir atau dikili, tolangga tersebut justru dipenuhi bungkusan kue dan aneka makanan ringan modern yang digemari anak-anak.
Saat pembagian dilakukan, anak-anak yang telah diarahkan berbaris dengan tertib langsung mendapatkan paket camilan dari tolangga tersebut.
Ketua Majelis Taklim Masjid Al Ikhlas, Salam, mengatakan kehadiran tolangga khusus anak-anak merupakan bentuk perhatian jamaah agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam tradisi walima.
“Kami sengaja membuat satu tolangga khusus untuk anak-anak. Kami ingin memberikan ruang kebahagiaan kepada mereka agar sejak dini mencintai masjid dan ikut merasakan kegembiraan dalam merayakan hari lahir Rasulullah,” kata Salam.
Ia mengatakan pelibatan anak-anak dalam perayaan Maulid Nabi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan tradisi keagamaan dan budaya Gorontalo kepada generasi penerus.
“Harapannya, mereka mengenal tradisi ini sejak kecil dan nantinya bisa meneruskannya,” ujarnya.
Salam menyebut peningkatan jumlah tolangga tahun ini menunjukkan antusiasme jamaah yang semakin tinggi. Dari 12 tolangga pada perayaan tahun sebelumnya, jumlahnya bertambah menjadi 22 tolangga pada tahun ini.
Sementara peserta zikir atau dikili yang terlibat dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berjumlah 12 orang.
Menurut Salam, peningkatan jumlah walima tidak hanya membuat suasana perayaan semakin semarak, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat jamaah dalam mempertahankan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gorontalo.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi walima juga terus diberi ruang untuk beradaptasi. Kehadiran tolangga khusus anak-anak menjadi salah satu bentuk upaya mendekatkan tradisi tersebut dengan generasi muda.
Perayaan di Masjid Al Ikhlas pun tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi sekaligus menjadi ruang mempererat kebersamaan jamaah dan mengenalkan warisan budaya Gorontalo kepada anak-anak sejak dini. (GN-01)










