, Bone Bolango – Keterbatasan alat bantu bagi penyandang disabilitas tuna rungu, kesulitan pakan ternak, hingga kerusakan infrastruktur menjadi sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat Desa Panggulo Barat, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango.
Berbagai persoalan tersebut disampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Faisal Hulukati, saat melaksanakan reses di Desa Panggulo Barat, Jumat (06/11/2026).
Dalam pertemuan itu, Kepala Desa Panggulo Barat, Novita Chaidir, mengusulkan agar warga penyandang disabilitas tuna rungu di desanya mendapatkan bantuan alat bantu dengar.
Menurut Novita, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu penyandang disabilitas menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Kami berharap warga penyandang disabilitas tuna rungu bisa mendapatkan bantuan alat dengar. Ini merupakan kebutuhan penting agar mereka lebih mudah berkomunikasi dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Novita.
Selain persoalan disabilitas, Novita dan masyarakat juga menyampaikan kendala yang dialami warga penerima bantuan bibit ayam. Bantuan bibit ternak yang telah diterima belum sepenuhnya didukung ketersediaan pakan.
Akibatnya, warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan bibit ayam, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pakan agar usaha peternakan tersebut dapat berjalan dan berkembang.
Persoalan infrastruktur turut menjadi keluhan masyarakat. Warga meminta perhatian terhadap saluran air yang memiliki elevasi tidak jelas, termasuk arah pembuangan air yang belum diketahui secara pasti.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat penanganan agar sistem drainase berfungsi sebagaimana mestinya.
Di sisi lain, kerusakan jalan juga menjadi persoalan yang dirasakan langsung masyarakat. Lubang-lubang pada badan jalan kerap menyebabkan kendaraan terperosok, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Faisal Hulukati mengatakan seluruh masukan masyarakat akan menjadi catatan untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat tentu kami tampung dan catat. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah, sehingga kebutuhan masyarakat ini bisa diperjuangkan melalui program yang tepat,” kata Faisal.
Ia menjelaskan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota legislatif untuk turun langsung menemui masyarakat, mendengar persoalan yang dihadapi, sekaligus mengetahui kebutuhan yang harus mendapat perhatian pemerintah.
Faisal berharap aspirasi yang disampaikan warga Desa Panggulo Barat dapat menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan, terutama menyangkut kebutuhan penyandang disabilitas, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta perbaikan infrastruktur dasar.
Dengan demikian, persoalan yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebatas keluhan dalam pertemuan reses, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kemampuan anggaran dan kewenangan pemerintah daerah. (GN-01)







