GONETNEWS.COM, Gorontalo – Dua hari menjelang pembukaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan yang akan digelar pada Sabtu (20/06/2026), pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dari seluruh Indonesia menggelar Rembug Madya di Hotel Elizabeth, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis pagi (18/06/2026).
Pertemuan yang diikuti kurang lebih seratus pengurus KTNA tingkat nasional dan provinsi itu dipimpin langsung Ketua KTNA Nasional, Yadi Sofyan Noor. Forum tersebut menjadi agenda strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus membahas arah kebijakan KTNA ke depan.
Yadi Sofyan Noor mengatakan Rembug Madya memiliki peran penting dalam menginventarisasi capaian program kerja organisasi, mengevaluasi berbagai persoalan yang dihadapi petani dan nelayan, serta merumuskan langkah-langkah penyelesaiannya.
“Forum ini menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi perkembangan organisasi, menyusun rekomendasi, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian dan perikanan,” kata Yadi.
Selain membahas program kerja, isu regenerasi kepemimpinan turut menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Yadi menyatakan sudah saatnya KTNA menyiapkan estafet kepemimpinan kepada generasi ketiga agar organisasi tetap adaptif menghadapi tantangan sektor pertanian di masa mendatang.
Menurutnya, setelah puluhan tahun memimpin KTNA Nasional, organisasi membutuhkan penyegaran kepemimpinan agar mampu melahirkan gagasan dan energi baru dalam memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan Indonesia.
“Saya kira sudah cukup puluhan tahun memimpin KTNA. Organisasi ini harus menyiapkan regenerasi agar estafet kepemimpinan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Yadi menambahkan, wacana regenerasi tersebut masih akan dibahas bersama seluruh pengurus dalam forum organisasi. Apabila telah mencapai kesepakatan, hasilnya akan dibawa dan disampaikan pada Rembug Paripurna (Musywarah tertinggi organisasi) pada bulan September nanti di Jawa Timur.
Rembug Madya menjadi salah satu agenda penting menjelang pembukaan PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo. Selain mematangkan rekomendasi organisasi, forum tersebut diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang dapat memperkuat peran KTNA sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional.(GN-01)










