Ridwan Monoarfa Angkat Masalah Peternak Ayam, Ternyata Bukan Cuma Soal Harga

Ridwan Monoarfa Angkat Masalah Peternak Ayam, Ternyata Bukan Cuma Soal Harga
Rapat Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo.

GONETNEWS.COM, Puncak Botu — Persoalan yang dihadapi peternak ayam mandiri di Gorontalo ternyata tidak sebatas gejolak harga pakan. Di balik tingginya biaya produksi, terdapat persoalan rantai pasok yang dinilai perlu segera dibenahi pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa mengatakan peternak mandiri merupakan bagian penting dalam menjaga rantai pasok pangan daerah. Karena itu, risiko yang muncul akibat persoalan harga maupun pasokan tidak semestinya sepenuhnya dibebankan kepada peternak.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Peternak tentu harus menjalankan usahanya secara efisien. Tetapi pemerintah juga memiliki tanggung jawab menciptakan ekosistem usaha yang memungkinkan mereka bertahan. Ketika ada persoalan pasokan dan harga yang bersifat struktural, pemerintah harus hadir,” tegas Ridwan.

Hal itu disampaikan Ridwan menyusul Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo bersama Asosiasi PINSAR Gorontalo, Dinas Peternakan dan Perkebunan serta pihak terkait lainnya di Ruang Dulohupa, Kantor DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (29/09/2026).

Menurut Ridwan, hasil RDPU tersebut jangan sampai berhenti pada penyampaian aspirasi peternak. Berbagai persoalan yang muncul harus diterjemahkan menjadi langkah konkret pemerintah untuk memperkuat rantai pasok peternakan ayam di Gorontalo.

Ia menyebut, sejumlah aspek harus dibenahi secara bersamaan. Mulai dari kepastian akses bahan baku pakan, mekanisme distribusi Jagung SPHP, penguatan data kebutuhan peternak, koordinasi antarinstansi hingga akses pasar.

“Seluruhnya perlu ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan yang terintegrasi,” ujarnya.

Ridwan menilai kepastian bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak mandiri. Sebab, ketika pasokan terganggu, biaya produksi dapat ikut terdorong naik dan pada akhirnya menambah tekanan terhadap peternak.

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya melihat persoalan dari sisi kemampuan peternak mengelola usaha, tetapi juga memastikan sistem pendukungnya berjalan.

“Intinya, kita ingin memastikan peternak dapat berproduksi dengan lebih pasti. Pakan tersedia, bahan baku tersedia, distribusi berjalan, dan pasar dapat dijangkau,” kata Ridwan.

Ia menegaskan, penguatan rantai pasok akan menentukan keberlanjutan usaha peternakan ayam sekaligus menjaga ketersediaan pangan di daerah.

“Kalau rantai pasoknya kuat, maka keberlanjutan usaha peternakan juga akan lebih terjamin,” tandasnya. (GN-RLS)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *