Dahnil Siap Bicarakan Kelayakan Bandara Gorontalo dengan Menhub, Jalan Menuju Embarkasi Mulai Dibuka

Dahnil Siap Bicarakan Kelayakan Bandara Gorontalo dengan Menhub, Jalan Menuju Embarkasi Mulai Dibuka
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak,saat meninjau fasilitas Asrama Haji Antara Gorontalo, Sabtu (31/10/2026), didampingi Gubernur Gusnar Ismail, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo Mansur Basir, serta jajaran dan undangan lainnya.

GONETNEWS.COM, Gorontalo – Perjuangan Gorontalo menjadi embarkasi haji mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan kesediaannya membicarakan aspirasi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail terkait peningkatan kelayakan Bandara Gorontalo dengan Menteri Perhubungan.

Dukungan tersebut menjadi salah satu langkah penting di tengah upaya Gorontalo memenuhi persyaratan sebagai embarkasi haji. Sebab, kesiapan bandara, terutama kondisi dan kemampuan landasan pacu, menjadi faktor mendasar untuk mendukung operasional penerbangan jemaah haji.

Bacaan Lainnya

Dahnil menyampaikan hal itu saat meninjau fasilitas Asrama Haji Antara Gorontalo, Sabtu (31/10/2026), didampingi Gubernur Gusnar Ismail, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo Mansur Basir, serta jajaran dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil meminta Gusnar lebih intensif membangun komunikasi dengan Menteri Perhubungan untuk memperjuangkan percepatan peningkatan infrastruktur dan kelayakan Bandara Gorontalo.

Ia juga menyatakan akan membawa dan membicarakan aspirasi pemerintah provinsi tersebut dengan Menteri Perhubungan. Dengan demikian, persoalan kelayakan bandara diharapkan mendapat perhatian dalam koordinasi lintas kementerian.

Menurut Dahnil, keinginan menjadikan Gorontalo sebagai embarkasi tidak cukup hanya dengan menyiapkan asrama dan fasilitas pelayanan jemaah. Infrastruktur penerbangan harus dipastikan memenuhi kebutuhan operasional, termasuk kelayakan landasan pacu.

Selain persoalan bandara, Gorontalo juga menghadapi tantangan jumlah jemaah. Saat ini, jemaah haji Gorontalo baru berkisar 600 orang, sementara kebutuhan untuk satu embarkasi mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 jemaah.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Dahnil menyarankan Gusnar membangun komunikasi dengan gubernur di wilayah sekitar, seperti Maluku, Papua, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah dan provinsi lainnya yang terdekat. Dukungan jemaah lintas provinsi dinilai dapat membuka peluang Gorontalo menjadi alternatif pusat keberangkatan haji sehingga tidak seluruh jemaah terkonsentrasi di Makassar.

Dahnil juga mengingatkan agar Gorontalo tidak hanya mempersiapkan pelayanan haji, tetapi turut menangkap potensi penyelenggaraan umrah yang jumlah jemaahnya jauh lebih besar dengan keberangkatan sepanjang tahun.

Bahkan, ia melihat peluang penerbangan langsung Gorontalo-Arab Saudi sebagai langkah strategis yang tidak hanya melayani perjalanan ibadah, tetapi juga membuka akses wisatawan Timur Tengah ke Gorontalo.

Potensi wisata hiu paus dan destinasi lainnya dinilai dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Dampaknya juga berpeluang dirasakan daerah tetangga, termasuk Sulawesi Utara.

Menurut Dahnil, pengembangan pusat pelayanan haji dan umrah dapat memperkuat kredibilitas Gorontalo sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru melalui aktivitas penerbangan, perhotelan, perdagangan, dan pariwisata.

Kesediaan Dahnil membicarakan persoalan bandara dengan Menteri Perhubungan menjadi perkembangan penting bagi agenda Gorontalo menuju embarkasi. Namun, realisasinya tetap membutuhkan tindak lanjut konkret, terutama peningkatan kelayakan bandara dan pemenuhan kebutuhan jumlah jemaah. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *