GONETNEWS.COM, Gorontalo – Gorontalo tidak hanya diproyeksikan menjadi daerah pemberangkatan jamaah haji sendiri. Lebih dari itu, daerah ini berpeluang dikembangkan sebagai pusat transit atau hub pelayanan jamaah haji dan umrah bagi sejumlah wilayah di Indonesia Timur.
Gagasan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, saat menghadiri penyambutan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Sabtu (31/10/2026).
Ridwan menilai, rencana pengembangan embarkasi haji di Gorontalo harus memiliki orientasi yang lebih luas. Fasilitas tersebut tidak sekadar melayani keberangkatan dan kepulangan jamaah asal Gorontalo, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pelayanan bagi jamaah dari Maluku, kawasan Teluk Tomini, Sulawesi Utara hingga Sulawesi Tengah.
“Pengembangan embarkasi haji Gorontalo harus kita lihat lebih luas. Bukan hanya untuk melayani jamaah asal Gorontalo, tetapi bagaimana daerah ini bisa menjadi pusat transit atau hub regional bagi jamaah dari Maluku, kawasan Teluk Tomini, Sulawesi Utara hingga Sulawesi Tengah,” ujar Ridwan.
Menurutnya, peluang tersebut perlu didukung kesiapan infrastruktur, fasilitas pelayanan dan konektivitas transportasi. Dengan dukungan tersebut, Gorontalo berpotensi mengambil peran sebagai simpul penghubung pelayanan haji dan umrah di kawasan timur Indonesia.
Ridwan juga berharap fungsi embarkasi nantinya tidak terbatas pada pelayanan jamaah haji, tetapi dapat diperluas untuk mengakomodasi jamaah umrah.
Baginya, gagasan ini bukan hanya menyangkut peningkatan pelayanan ibadah, tetapi juga peluang menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Gorontalo.
“Kalau ini bisa diwujudkan dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang memadai, dampaknya bukan hanya pada pelayanan ibadah. Akan ada perputaran ekonomi yang besar, mulai dari transportasi, penginapan, perdagangan, jasa hingga UMKM,” katanya.
Peluang tersebut semakin terbuka dengan potensi budaya dan pariwisata Gorontalo. Dalam kegiatan Mopotilolo, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengapresiasi tradisi penyambutan adat Gorontalo yang sarat nilai keislaman, kebersamaan dan silaturahmi.
Dahnil menilai tradisi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata, termasuk bagi wisatawan mancanegara dari kawasan Timur Tengah dan Arab Saudi.
Ridwan memandang kekayaan budaya dan tradisi keislaman Gorontalo dapat menjadi modal untuk menarik kunjungan wisatawan dari luar negeri.
“Gorontalo memiliki kekayaan budaya dan tradisi keislaman yang kuat. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk dari Timur Tengah dan Arab Saudi. Jadi, pengembangan embarkasi juga bisa kita hubungkan dengan pengembangan pariwisata daerah,” ungkapnya.
Karena itu, Ridwan menyatakan DPRD Provinsi Gorontalo mendukung upaya pengembangan embarkasi sebagai bagian dari penguatan posisi strategis daerah dalam pelayanan haji dan umrah.
Ia berharap gagasan menjadikan Gorontalo sebagai pusat transit jamaah regional dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, disertai perencanaan infrastruktur dan konektivitas yang terintegrasi.
Jika terealisasi, pengembangan embarkasi tersebut berpotensi membawa manfaat lebih luas. Gorontalo tidak hanya menjadi pintu keberangkatan menuju Tanah Suci, tetapi juga dapat memperoleh peluang pertumbuhan di sektor pariwisata, transportasi, perdagangan, jasa dan UMKM. (GN-01)







