GONETNEWS.COM, Gorontalo – Tanpa pembinaan yang dimulai dari desa, Gorontalo berisiko kehilangan banyak bibit atlet sepak takraw potensial sebelum sempat menembus kompetisi tingkat provinsi hingga nasional. Karena itu, turnamen di tingkat kecamatan harus menjadi ruang penjaringan bakat sekaligus fondasi regenerasi atlet. Hal ini menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Partai Demokrat, Syarifuddin Bano, yang mendorong desa menjadi lumbung atlet sepak takraw masa depan Gorontalo.
Dorongan tersebut disampaikan Syarifuddin saat menghadiri penutupan turnamen sepak takraw tingkat Kecamatan Pulubala di Desa Puncak, Kabupaten Gorontalo, Sabtu malam (31/10/2026).
Ia mengapresiasi Karang Taruna Desa Puncak yang berhasil menyelenggarakan kompetisi selama hampir satu bulan dengan melibatkan 14 tim klub sepak takraw dari berbagai desa se-Kecamatan Pulubala.
Menurut Syarifuddin, kompetisi di tingkat desa dan kecamatan tidak boleh hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen harus menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, mengukur kualitas pemain, serta menemukan bibit-bibit atlet yang berpotensi dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.
Ia mengingatkan bahwa sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga unggulan Gorontalo. Sejumlah atlet daerah bahkan telah menunjukkan kemampuan dan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Kondisi tersebut, kata Syarifuddin, harus menjadi alasan untuk memperkuat pembinaan sejak dini. Jangan sampai potensi besar yang dimiliki Gorontalo tidak berkembang hanya karena minimnya kompetisi dan kesempatan bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan.
Syarifuddin berharap turnamen serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin di Kecamatan Pulubala. Dengan kompetisi yang konsisten, proses pencarian dan pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah sehingga melahirkan generasi penerus yang mampu mengharumkan nama daerah.
Selain sebagai wadah pembinaan atlet, turnamen tersebut juga dinilai memiliki dampak sosial bagi masyarakat. Pertemuan antarklub dari berbagai desa menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, dan memperkuat kebersamaan.
Dalam kompetisi tersebut, tim dari Desa Bakti berhasil keluar sebagai juara setelah melalui rangkaian pertandingan selama hampir satu bulan.
Penutupan turnamen turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), unsur pemerintah kecamatan, perwakilan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Gorontalo, serta Karang Taruna Kabupaten Gorontalo.
Syarifuddin berharap keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Desa harus memiliki peran lebih besar dalam membangun fondasi pembinaan olahraga, sehingga Gorontalo terus memiliki stok atlet sepak takraw potensial untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi. (GN-RLS)







