GONETNEWS.COM, Bone Bolango – Persoalan sampah yang mencemari aliran sungai menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat Kelurahan Padengo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, saat reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Faisal Hulukati pada Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027, Kamis (05/11/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri warga konstituen tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan dan infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah. Pertemuan itu turut dihadiri Lurah Padengo yang mendampingi dialog bersama masyarakat.
Salah satu persoalan yang paling banyak disoroti yakni kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai atau tanggi. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyebabkan pencemaran lingkungan sekaligus menghambat aliran air.
Mewakili aspirasi warga, Lurah Padengo mengusulkan pemasangan jaring penahan sampah di setiap perbatasan desa atau kelurahan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menahan sampah yang terbawa arus sungai agar tidak menumpuk di wilayah lain.
Selain pemasangan jaring, pemerintah desa dan kelurahan juga diharapkan menyiapkan petugas khusus untuk mengangkut sampah yang telah terkumpul sehingga tidak kembali mencemari lingkungan.
Warga juga mengusulkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas jalan kawasan tersebut guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat, khususnya pada malam hari.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Faisal Hulukati menyatakan akan memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui jalur kelembagaan DPRD serta melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut juga memaparkan perkembangan perjuangannya selama dua tahun pertama menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024–2029.
Ia menegaskan hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat harus tetap terjaga meskipun proses pemilihan telah selesai. Menurutnya, komunikasi dengan konstituen diperlukan agar berbagai persoalan yang belum tertangani dapat terus diperjuangkan.
Faisal bahkan meminta masyarakat tidak hanya menyampaikan apresiasi terhadap aspirasi yang telah diperjuangkan, tetapi juga memberikan masukan dan mengingatkan apabila masih terdapat kebutuhan warga yang belum terakomodasi.
Terkait persoalan persampahan, ia turut menyinggung pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Lonuo yang hingga kini belum beroperasi. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam penanganan sampah di Kabupaten Bone Bolango.
Namun, ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Menurutnya, sampah perlu dipisahkan berdasarkan jenisnya sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir agar pengelolaannya dapat berjalan lebih efektif.
Faisal mengatakan dirinya ingin tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan untuk menjadi wakil rakyat. Ia menilai jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan menjaga silaturahmi serta membuka ruang komunikasi dengan konstituen.
Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat agar dapat menuntaskan amanah selama masa jabatan melalui perjuangan berbagai aspirasi dan kepentingan warga. (GN-01)







