Transportasi Laut Terbatas, Ridwan Monoarfa Tampung Aspirasi Warga Desa Dudepo

Transportasi Laut Terbatas, Ridwan Monoarfa Tampung Aspirasi Warga Desa Dudepo
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menggelar reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 di Desa Dudepo, Jumat (06/11/2026).

GONETNEWS.COM, Gorut – Keterbatasan transportasi laut dan minimnya sarana penunjang nelayan menjadi persoalan utama yang disampaikan masyarakat Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, kepada Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa.

Persoalan tersebut mengemuka saat Ridwan menggelar reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 di Desa Dudepo, Kabupaten Gorontalo utara,  Jumat (06/11/2026). Dalam pertemuan itu, masyarakat meminta perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap berbagai kebutuhan mendasar yang selama ini belum terpenuhi.

Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Kepala Desa Dudepo, Rustam Bibiya, serta perwakilan UPTD Pelabuhan Perikanan dan Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Yusni Trisya Pakaya.

Salah satu aspirasi yang paling mendesak adalah pengadaan perahu berbahan fiber untuk menunjang mobilitas masyarakat. Warga mengaku harus mengeluarkan biaya cukup besar ketika hendak bepergian ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, Desa Dudepo memiliki perahu fiber yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi siswa sekolah. Namun, perahu tersebut kini rusak dan tidak lagi layak digunakan.

Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah provinsi dapat kembali menyediakan perahu fiber yang bisa dimanfaatkan untuk transportasi umum, termasuk membantu akses anak-anak menuju sekolah.

Selain transportasi, masyarakat juga meminta bantuan sarana penunjang aktivitas nelayan berupa mesin tempel, pukat, dan alat tangkap ikan lainnya. Bantuan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan yang menggantungkan hidup pada hasil laut.

Di sektor pertanian, warga mengeluhkan minimnya ketersediaan benih jagung berkualitas. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan bantuan benih unggul agar hasil produksi pertanian lebih optimal.

Masyarakat juga mempertanyakan belum tersentuhnya Desa Dudepo oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih turut menjadi harapan warga untuk memperkuat perekonomian dan membuka peluang usaha di desa.

Kebutuhan fasilitas pendukung kegiatan sosial berupa tenda juga disampaikan. Letak Desa Dudepo yang berada di wilayah kepulauan membuat masyarakat kesulitan memperoleh fasilitas tersebut ketika menggelar kegiatan kemasyarakatan.

Tidak hanya persoalan sarana dan ekonomi, warga turut menyampaikan harapan jangka panjang mengenai pengembangan wilayah. Dengan memiliki enam dusun, masyarakat menginginkan adanya perhatian terhadap peluang pemekaran wilayah hingga terbentuk kecamatan tersendiri.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Menurutnya, keterbatasan akses transportasi dan sarana ekonomi tidak boleh menjadi penghambat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Persoalan yang mereka hadapi bukan hanya menyangkut kebutuhan ekonomi, tetapi juga akses transportasi, pendidikan, pertanian, dan sarana penunjang kehidupan nelayan. Ini harus menjadi perhatian pemerintah, karena masyarakat di wilayah kepulauan memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda dengan masyarakat di daratan,” ujar Ridwan.

Ia menilai kebutuhan perahu fiber menjadi salah satu persoalan mendesak yang perlu diperjuangkan karena transportasi laut merupakan akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jangan sampai anak-anak sekolah maupun masyarakat kesulitan mendapatkan akses transportasi hanya karena keterbatasan sarana. Begitu juga nelayan yang membutuhkan mesin tempel dan alat tangkap. Aspirasi seperti ini harus diperjuangkan agar ada solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Ridwan mengatakan, seluruh aspirasi yang diterima dalam reses tersebut akan diinventarisasi dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Reses bukan sekadar datang, mendengar, lalu mencatat. Tugas kami adalah mengawal aspirasi ini agar bisa diperjuangkan dalam program pemerintah. Saya berharap kebutuhan masyarakat Dudepo, terutama yang berkaitan dengan transportasi laut dan pemberdayaan ekonomi, mendapat perhatian dan tindak lanjut,” tutupnya.

Ia berharap aspirasi masyarakat Desa Dudepo dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang konkret, sehingga keterbatasan akses transportasi, fasilitas nelayan, dan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan dapat ditangani secara bertahap. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *