GONETNEWS.COM, Kabgor – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Suyuti, memilih bertindak cepat dengan mengerahkan alat berat milik pribadinya untuk membuka saluran irigasi yang tertutup tanah di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, demi menyelamatkan lebih dari 40 hektare sawah petani yang terancam kekeringan pada musim kemarau.
Langkah legislator dari PDI Perjuangan itu dilakukan setelah menerima keluhan petani terkait terputusnya aliran air menuju areal persawahan yang membentang di Desa Ombulo hingga Desa Huidu. Saluran irigasi yang tertimbun tanah membuat distribusi air tidak lagi optimal, sementara tanaman padi mulai membutuhkan pasokan air secara terus-menerus.
“Kalau saluran ini tidak segera dibuka, sawah akan kekurangan air. Saat musim kemarau seperti sekarang, tanah bisa retak-retak, tanaman padi layu, mengering, bahkan berisiko gagal panen,” kata Suyuti saat meninjau proses normalisasi saluran irigasi, Senin (27/07/2026).
Ia mengatakan, keputusan menurunkan alat berat pribadi diambil karena kebutuhan petani bersifat mendesak. Menurutnya, apabila hanya menunggu penanganan pemerintah, prosesnya membutuhkan waktu, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
“Petani tidak bisa menunggu. Air harus segera mengalir ke sawah agar tanaman tetap tumbuh dengan baik. Karena itu saya memanfaatkan alat yang saya miliki supaya persoalan ini bisa segera ditangani,” ujarnya.
Suyuti menjelaskan, pembukaan kembali saluran irigasi tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang diterimanya saat melaksanakan reses beberapa waktu lalu. Warga meminta adanya solusi cepat karena saluran yang selama ini menjadi sumber pengairan utama sudah tertutup endapan tanah.
Menurut dia, persoalan irigasi tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian dan pendapatan petani. Apalagi, sektor pertanian menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Gorontalo.
“Kami berkewajiban menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ketika persoalannya mendesak dan menyangkut mata pencaharian petani, tentu harus ada langkah cepat agar mereka tidak mengalami kerugian,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Suyuti tidak bekerja sendiri. Ia didampingi sejumlah kader PDI Perjuangan bersama para petani setempat yang ikut bergotong royong mengawasi proses pembukaan saluran irigasi.
Para petani menyambut baik langkah tersebut karena diharapkan aliran air kembali normal menuju lebih dari 40 hektare areal persawahan. Mereka optimistis normalisasi saluran irigasi dapat mencegah sawah mengalami kekeringan dan menjaga hasil panen di tengah musim kemarau. (GN-01)










