SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman
Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta. (Foto Istimewa)
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Jakarta — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa sebagai langkah strategis memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan desa sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengukuhan yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, itu mendapat apresiasi dari Hasyim S. Djojohadikusumo. Kehadiran adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kondisi Jakarta tetap aman dan kondusif di tengah simpang siur informasi terkait eskalasi demonstrasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” ujar Hasyim yang menjadi keynote speaker dalam dialog nasional seusai pengukuhan.

Menurut Hasyim, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi kesempatan untuk memberikan gambaran langsung mengenai situasi Jakarta.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini (Jakarta) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI Pusat Drs. Firdaus, M.Si., mengatakan Newsroom Jaga Desa merupakan bentuk komitmen SMSI sebagai salah satu konstituen Dewan Pers untuk ikut merawat desa sebagai bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Firdaus menegaskan desa harus ditempatkan sebagai garda depan dan etalase negara.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujarnya.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi sebagai proyek percontohan, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” kata Firdaus.

Pers Diminta Sajikan Informasi Utuh

Dalam dialog nasional tersebut, Hasyim juga mengingatkan insan pers agar menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab dengan menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegasnya.

Ia menyoroti masih adanya informasi yang disampaikan secara terpotong atau lepas dari konteks sehingga berpotensi menimbulkan distorsi terhadap kebijakan pemerintah.

Menurut Hasyim, informasi yang tidak utuh dapat memengaruhi pemahaman publik, terutama terhadap kebijakan yang tengah menjadi prioritas pemerintah.

Terkait hal itu, Hasyim mengatakan pihaknya telah mengagendakan dialog dengan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di antaranya BEM Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.

Masukan dari kalangan kampus tersebut, kata dia, nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” ujarnya.

Dorong Gedung Dewan Pers Lebih Representatif

Selain mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI juga menyampaikan gagasan terkait penguatan kelembagaan pers nasional.

Firdaus menyoroti kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah tidak representatif untuk menampung aktivitas seluruh konstituen Dewan Pers.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” kata Firdaus.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Hasyim. Ia berjanji akan menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menkomdigi Meutya Hafid,” ujarnya.

Pengukuhan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dan undangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta sejumlah pakar ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan kritis dari peserta dan dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, M.C., guru besar PTIK.

Melalui Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran media dalam menyajikan informasi yang faktual, menjaga ruang publik dari distorsi informasi, serta ikut mengawal desa sebagai bagian penting dari pembangunan dan ketahanan NKRI. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *