GonetNews.Com, Kota Gorontalo— Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Gorontalo, Senin (04/05/2026) dini hari.
Sidak yang dimulai sejak pukul 05.00 WITA itu turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid selaku Ketua Satgas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG), Koordinator Wilayah SPPG Indah Febriani Ali, para asisten, staf ahli, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dari hasil peninjauan di tiga lokasi, tim satgas menemukan sejumlah permasalahan, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Di salah satu SPPG di wilayah Kecamatan Kota Selatan, limbah cair dari aktivitas dapur program MBG masih terlihat keruh dan berbau saat dibuang ke saluran umum, menandakan pengelolaan yang belum optimal.
Selain itu, di lokasi berbeda yakni di Kecamatan Dungingi, tim menemukan proses pengemasan makanan yang belum sesuai standar. Nasi yang dimasukkan ke dalam food tray atau ompreng masih dalam kondisi hangat. Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi daya tahan makanan saat didistribusikan dan dikonsumsi.
Meski demikian, pengelolaan IPAL di lokasi tersebut dinilai sudah baik, dengan hasil air yang jernih dan tidak berbau setelah melalui proses penyaringan.
Sementara itu, dari tiga SPPG yang dikunjungi, hanya satu yang dinilai telah memenuhi standar pengelolaan secara menyeluruh, baik dari sisi proses memasak, pengemasan, hingga pengolahan limbah. SPPG tersebut diketahui masih baru dan baru beroperasi selama dua pekan.
Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel menegaskan bahwa pengawasan ini penting guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan, seperti keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG.
“Pengawasan ini penting untuk memastikan semua berjalan sesuai standar, sehingga tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Terkait temuan IPAL yang masih bermasalah, pihaknya akan membahas bersama tim satgas sebelum hasilnya disampaikan ke BGN untuk menentukan langkah selanjutnya.
Di sisi lain, Ketua Satgas Percepatan MBG Kota Gorontalo Ismail Madjid mengungkapkan, saat ini terdapat 20 SPPG di Kota Gorontalo. Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya telah ditutup sementara.
“Penutupan sementara dilakukan karena pengelolaan IPAL yang belum sesuai serta adanya catatan dari BGN yang mengharuskan penghentian operasional sementara,” jelasnya.
Ia menegaskan, satgas hanya bertugas melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG agar sesuai standar. Sementara kewenangan penutupan operasional SPPG berada di tangan BGN.
Ismail juga mengimbau para pengelola SPPG untuk terus meningkatkan kualitas layanan MBG, terutama dalam aspek kebersihan, keamanan pangan, dan pengelolaan limbah.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mendukung program MBG, termasuk melalui kontribusi sektor pertanian, perikanan, serta peternakan, guna memastikan ketersediaan bahan pangan yang berkualitas. (GN-01)










