GONETNEWS.COM, Gorontalo – Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Telusur Kota Gorontalo resmi menggelar Festival Tekota Week 2026 yang diawali dengan aksi penanaman pohon di kawasan rawan longsor, Minggu (26/07/2026).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026 itu dipusatkan di empat wilayah, yakni Kelurahan Tenda, Kelurahan Leato Utara, Kelurahan Pohe, dan Kelurahan Tanjung Kramat, dengan mengusung berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Pembukaan festival ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo, jajaran organisasi perangkat daerah, camat, serta lurah setempat.
Aksi tersebut menjadi simbol dimulainya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan wilayah pemukiman yang memiliki tingkat kerawanan bencana.
Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-PPM UGM yang memilih lokasi penanaman pohon di kawasan perbukitan yang menjadi titik rawan longsor.
Menurut dia, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana melalui pendekatan konservasi lingkungan.
“Penanaman pohon di kawasan ini sangat membantu pemerintah dalam mencegah sedini mungkin potensi bencana longsor. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat,” katanya.
Ketua Tim KKN-PPM UGM Telusur Kota Gorontalo Aura Novalino mengatakan Festival Tekota Week 2026 dirancang sebagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak menyeluruh, mulai dari pelestarian lingkungan, peningkatan kesehatan, penguatan literasi, hingga pengembangan ekonomi lokal.
Ia menjelaskan selama pelaksanaan kegiatan, tim menargetkan penanaman total 600 pohon yang disertai pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan kesehatan, serta berbagai kegiatan edukatif bagi masyarakat.
“Diharapkan aksi penanaman 600 pohon, pendampingan UMKM, hingga layanan kesehatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Gorontalo,” ujarnya.
Selain penanaman pohon simbolis, Festival Tekota Week 2026 juga diisi dengan penyebaran 200 bibit pohon siap tanam dan edukasi metode pembibitan, sosialisasi kesadaran lingkungan, aksi bersih-bersih kawasan, serta pemasangan baliho larangan membuang sampah sembarangan.
Di bidang pendidikan, mahasiswa KKN menghadirkan layanan perpustakaan keliling, Rumah Literasi, penyerahan donasi buku, serta kegiatan Rumah Bercerita bagi anak-anak untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Sementara pada sektor kesehatan dan ekonomi, tim KKN akan menggelar sosialisasi UMKM SMART, edukasi pencegahan rabies, pemberian vitamin gratis bagi hewan ternak dan hewan peliharaan, kerja bakti pembersihan lingkungan disertai penanaman 100 bibit pohon di Kelurahan Tanjung Kramat, senam sehat bersama warga, bazar UMKM lokal, serta layanan skrining kesehatan gratis.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN-PPM UGM berharap Festival Tekota Week 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Gorontalo. (GN-01)









