Kemenag Bidik MT Nurul Huda dalam Program Ekoteologi, Pemberdayaan UMKM Ikut Digenjot

Kemenag Bidik MT Nurul Huda dalam Program Ekoteologi, Pemberdayaan UMKM Ikut Digenjot
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Misnawaty S. Nuna, saat membuka rapat kerja sekaligus meluncurkan tiga program inovasi MT Nurul Huda di Hotel New Rahmat, Minggu (25/10/2026).

GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Majelis Taklim (MT) Nurul Huda, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, berpeluang menjadi salah satu majelis taklim yang dilibatkan dalam program penguatan ekoteologi Kementerian Agama Kota Gorontalo. Di saat yang sama, kelompok pengajian ini juga didorong mengembangkan pemberdayaan UMKM agar anggotanya tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Misnawaty S. Nuna, saat membuka rapat kerja sekaligus meluncurkan tiga program inovasi MT Nurul Huda di Hotel New Rahmat, Minggu (25/10/2026).

Bacaan Lainnya

Misnawaty mengapresiasi langkah MT Nurul Huda yang mulai menjalankan program kerja meski baru dikukuhkan pada 2 Oktober 2026. Menurutnya, keaktifan pengurus dan anggota menjadi modal penting untuk membangun majelis taklim yang mampu menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Berkah Alam (Bersama Kita Aktif Hijaukan Alam dan Lingkungan Anggota Majelis Taklim). Program ini mendorong anggota terlibat dalam penghijauan, kegiatan bersih-bersih, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Misnawaty menilai program tersebut sejalan dengan agenda Kementerian Agama dalam penguatan ekoteologi, yakni pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap alam.

Ia mengungkapkan, Kemenag Kota Gorontalo berencana melibatkan majelis taklim secara bergiliran dalam kegiatan penguatan ekoteologi. MT Nurul Huda direncanakan menjadi salah satu majelis taklim yang dilibatkan pada tahap awal.

Dengan rencana itu, kegiatan majelis taklim diharapkan tidak hanya berpusat pada pengajian, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selain lingkungan, Misnawaty menaruh perhatian pada program BISA (Belajar Inovasi Skill dan Apresiasi Bisnis) yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan usaha anggota.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi perlu menjadi bagian dari pengembangan majelis taklim agar anggota memiliki kesempatan meningkatkan pendapatan, membangun usaha, dan memperkuat kemandirian keluarga.

Ia berharap MT Nurul Huda dapat merancang kegiatan yang mendorong pertumbuhan UMKM di kalangan anggotanya. Dengan demikian, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat memperdalam ilmu agama, tetapi juga ruang belajar dan mengembangkan kemampuan ekonomi.

Misnawaty menilai kemandirian anggota juga dapat memberikan dampak bagi organisasi. Anggota yang memiliki usaha dan penghasilan lebih baik diharapkan mampu berkontribusi terhadap kegiatan majelis taklim, sehingga pelaksanaan program tidak selalu bergantung pada bantuan pihak lain.

“Harapannya, majelis taklim ini bisa membuat program yang memberdayakan UMKM, sehingga anggotanya semakin sejahtera. Mereka juga bisa berkontribusi untuk majelis taklim dan melaksanakan kegiatan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain Berkah Alam dan BISA, MT Nurul Huda juga meluncurkan Gema Magrib (Gerakan Salat Magrib dan Subuh Berjamaah, Buat Hati Tenang) untuk meningkatkan semangat beribadah dan menghidupkan masjid melalui salat berjamaah.

Misnawaty berharap program tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat maupun majelis taklim lainnya dalam membangun kebiasaan beribadah.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan rapat kerja MT Nurul Huda yang menurutnya menunjukkan keseriusan anggota dalam mengembangkan organisasi. Bahkan, ia mengaku baru kali ini menghadiri rapat kerja majelis taklim yang dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas hotel.

Menurutnya, rapat kerja harus menghasilkan program tahunan yang realistis dan dapat dilaksanakan, bukan sekadar menyusun daftar kegiatan.

Meski baru dikukuhkan pada awal Oktober, MT Nurul Huda kini memiliki tiga agenda yang mencakup penguatan ibadah, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.

Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan ketiga program tersebut menjadi kegiatan yang terukur dan berkelanjutan. Rencana pelibatan dalam program ekoteologi Kemenag perlu ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata, sementara pemberdayaan UMKM membutuhkan pendampingan dan pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan anggota.

Jika dijalankan secara konsisten, ketiga program tersebut berpotensi memperluas peran MT Nurul Huda, dari ruang pembinaan keagamaan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang turut membangun kepedulian lingkungan dan kemandirian ekonomi keluarga. (GN-01)

 

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *