Ishak Noho Bongkar Tantangan Sesungguhnya Media di Era Digital

Ishak Noho Bongkar Tantangan Sesungguhnya Media di Era Digital
Pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Gorontalo
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Gorontalo menjadi momentum penting untuk membaca realitas yang sedang dihadapi industri media saat ini. Di balik agenda organisasi tersebut, tersimpan tantangan besar yang mengancam keberlangsungan perusahaan media di tengah derasnya arus transformasi digital.

Ketua SMSI Kota Gorontalo, Ishak Noho, mengungkapkan bahwa tantangan media saat ini tidak lagi sebatas menghadirkan berita yang cepat dan akurat. Persoalan yang jauh lebih mendasar adalah bagaimana perusahaan media mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan model bisnis yang berlangsung sangat cepat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut dia, perubahan perilaku audiens, dominasi platform media sosial, hingga perubahan algoritma distribusi informasi telah mengubah peta persaingan industri media secara signifikan.

“Kalau dulu tantangan media lebih banyak pada bagaimana menghasilkan karya jurnalistik yang baik, sekarang tantangannya jauh lebih kompleks. Kita berbicara tentang keberlangsungan perusahaan media di tengah perubahan yang terus terjadi,” kata Ishak, Senin (15/06/2026).

Ia menjelaskan, perusahaan media saat ini tidak hanya bersaing dengan sesama media, tetapi juga harus berhadapan dengan berbagai platform digital yang menguasai perhatian publik.

Kondisi tersebut membuat media dituntut bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih inovatif agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Bagi SMSI Kota Gorontalo, tantangan tersebut terasa semakin besar karena organisasi itu berada di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan, politik, ekonomi, pendidikan, dan sosial di Provinsi Gorontalo.

Hampir seluruh informasi strategis daerah bermuara di Kota Gorontalo. Di satu sisi, kondisi tersebut menghadirkan peluang besar bagi perusahaan media. Namun di sisi lain, persaingan untuk mendapatkan perhatian publik juga menjadi semakin ketat.

“SMSI Kota Gorontalo berada di jantung aktivitas informasi di Provinsi Gorontalo. Karena itu tantangannya lebih kompleks dibandingkan daerah lain. Pengurus harus mampu menghadirkan inovasi dan membangun kolaborasi yang kuat agar organisasi ini benar-benar bermanfaat bagi anggota,” ujarnya.

Ishak menegaskan, SMSI tidak boleh hanya dipandang sebagai organisasi profesi atau wadah berkumpul para pemilik media. Menurut dia, SMSI merupakan organisasi perusahaan pers yang memiliki orientasi business to business (B2B), sehingga harus mampu memperkuat ekosistem usaha media.

Karena itu, organisasi dituntut membuka peluang kolaborasi, memperluas jaringan usaha, meningkatkan kapasitas anggota, serta menciptakan berbagai inovasi yang dapat memperkuat daya saing perusahaan media.

“Kita berbicara tentang bisnis media yang harus tetap hidup dan berkembang. SMSI harus mampu menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi perusahaan-perusahaan media yang menjadi anggotanya,” kata Ishak.

Ia juga mengingatkan agar organisasi tidak terjebak pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi terletak pada sejauh mana manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh para anggota.

Dalam pandangannya, masa depan media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan berita yang berkualitas. Faktor manajemen perusahaan, penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan kemampuan membaca peluang bisnis akan menjadi penentu utama keberlangsungan industri media di masa depan.

“Kalau organisasi tidak mampu mengikuti perubahan, maka akan tertinggal. Dunia media berubah sangat cepat dan kita harus bergerak lebih cepat lagi agar tetap relevan,” katanya.

Di tengah tantangan tersebut, Ishak melihat dominasi generasi muda dalam kepengurusan SMSI Kota Gorontalo sebagai modal besar untuk menghadapi era digital.

Menurut dia, generasi muda memiliki keunggulan dalam memahami perkembangan teknologi, pola komunikasi digital, dan perubahan perilaku audiens yang kini menjadi faktor penting dalam industri media.

“Anak-anak muda memiliki keberanian untuk berinovasi dan lebih dekat dengan perkembangan teknologi digital. Potensi itu harus menjadi energi baru bagi organisasi agar SMSI Kota Gorontalo mampu tumbuh sebagai organisasi perusahaan media yang modern, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” ujarnya.

Dengan tantangan yang semakin kompleks dan persaingan yang kian ketat, SMSI Kota Gorontalo kini tidak hanya dituntut menjaga eksistensi organisasi. Lebih dari itu, organisasi perusahaan media tersebut ditantang menjadi motor inovasi dan kolaborasi agar media lokal tetap mampu bertahan, berkembang, dan memiliki daya saing di era digital. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *