Bukan Sekadar Lampion, Adhan Bangun Kawasan Kuliner Malam Bernuansa Tiongkok di Gorontalo

Bukan Sekadar Lampion, Adhan Bangun Kawasan Kuliner Malam Bernuansa Tiongkok di Gorontalo
Kawasan Jalan Letjen Suprapto, kompleks pertokoan Kampung Cina, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Wajah kawasan Jalan Letjen Suprapto, kompleks pertokoan Kampung Cina, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, mulai berubah drastis. Deretan lampion gantung (denglong) khas Tiongkok kini menghiasi sepanjang jalan, sementara para pemilik toko serentak mengecat bangunan mereka dengan warna putih sebagai bagian dari penataan kawasan yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo.

Transformasi tersebut menjadi penanda dimulainya konsep baru kawasan Kampung Cina yang akan disulap menjadi pusat wisata kuliner malam melalui program Street Food Jilid III, yang dijadwalkan dibuka pada Sabtu malam (20/06/2026).

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengatakan penataan kawasan bukan sekadar mempercantik wajah kota, tetapi menjadi strategi pemerintah menghidupkan kembali ruas jalan yang selama ini cenderung sepi pada malam hari sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kita ingin kawasan ini hidup. Jangan ada lagi jalan yang gelap dan sepi. Dengan adanya street food, masyarakat bisa datang menikmati kuliner, pedagang memperoleh penghasilan, dan ekonomi berputar setiap malam,” kata Adhan, saat meninjau lokasi pada hari Rabu (17/06/2026).

Menurutnya, kawasan Kampung Cina memiliki nilai historis dan budaya yang kuat sehingga layak dikembangkan sebagai salah satu ikon wisata malam Kota Gorontalo. Kehadiran lampion khas Tiongkok dipadukan dengan penataan bangunan diharapkan menghadirkan suasana yang menyerupai kawasan pecinan di berbagai kota besar.

Apalagi, kawasan tersebut berada tepat di sekitar klenteng sehingga memiliki daya tarik tersendiri sebagai destinasi wisata budaya maupun lokasi berburu swafoto pada malam hari.

Adhan menegaskan, pemerintah juga memberikan ruang kepada warga keturunan Tionghoa untuk menampilkan identitas budaya mereka melalui ornamen lampion yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Gorontalo membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berjualan di kawasan Street Food Jilid III tanpa dipungut biaya sepeser pun.

“Kami tidak menarik biaya kepada pedagang. Silakan manfaatkan peluang ini untuk berusaha. Yang kami minta hanya satu, kawasan ini harus tetap bersih. Jangan meninggalkan sampah setelah selesai berjualan,” tegasnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo berharap kawasan Kampung Cina tidak lagi hanya dikenal sebagai pusat pertokoan lama, tetapi bertransformasi menjadi pusat kuliner malam yang ramai, menarik wisatawan, memperkuat identitas budaya kota, sekaligus menjadi motor baru perputaran ekonomi masyarakat. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *