Konflik Timur Tengah Belum Ganggu Umrah, 80 Jemaah Gorontalo Siap Berangkat

Konflik Timur Tengah Belum Ganggu Umrah, 80 Jemaah Gorontalo Siap Berangkat
Zam-Zam Group Tour and Travel Gorontalo,

GONETNEWS.COM, Gorontalo — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah belum berdampak terhadap perjalanan ibadah umrah dari Gorontalo menuju Arab Saudi. Aktivitas pemberangkatan jemaah masih berlangsung normal dan sesuai jadwal.

Kondisi tersebut dikonfirmasi Komisaris Zam-Zam Group Tour and Travel Gorontalo, Fauziah Niode, saat ditemui Jumat (02/10/2026).

Ia mengatakan hingga saat ini tidak ada kendala berarti yang mengganggu operasional pemberangkatan jemaah, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian.

“Alhamdulillah, sampai saat ini keberangkatan jemaah kami masih berjalan normal sesuai jadwal dan kondusif,” kata Fauziah.

Ia menjelaskan, Zam-Zam Group belum lama ini telah memberangkatkan 50 jemaah yang saat ini tengah menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Menurut Fauziah, kondisi di Makkah dan Madinah sejauh ini aman sehingga para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan baik.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat pihaknya mengabaikan potensi perubahan situasi. Fauziah mengatakan pemantauan perkembangan konflik terus dilakukan untuk memastikan setiap keberangkatan dapat berlangsung dengan aman.

Pihaknya juga telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu perjalanan jemaah.

“Jemaah tetap kami berikan informasi mengenai perkembangan situasi. Kami juga sudah menyiapkan SOP apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selain SOP, seluruh jemaah juga telah mendapatkan perlindungan asuransi. Perlindungan tersebut mencakup perjalanan, kesehatan, serta kondisi tertentu seperti keterlambatan maupun pembatalan penerbangan.

Fauziah yang juga Kepala Cabang PT Tanur Mutmainnah Tour mengatakan kelancaran perjalanan umrah juga didukung oleh operasional maskapai yang masih berjalan normal menuju Arab Saudi.

Meski demikian, maskapai tetap melakukan penyesuaian jalur penerbangan (flight route) untuk menghindari wilayah udara yang sedang mengalami konflik.

“Maskapai melakukan penyesuaian jalur penerbangan untuk menghindari wilayah konflik. Keselamatan penerbangan tetap menjadi perhatian utama,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, rencana keberangkatan jemaah dari Gorontalo juga terus berjalan.

Pada November 2026, sebanyak 80 jemaah dijadwalkan berangkat untuk menjalankan ibadah umrah. Mereka akan dibagi dalam dua penerbangan.

Fauziah memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah dan memberikan informasi kepada jemaah apabila terdapat perubahan yang berkaitan dengan perjalanan.

Sejauh ini, kata dia, belum ada perubahan terhadap jadwal keberangkatan tersebut.

Dengan demikian, meski konflik di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian, aktivitas perjalanan umrah dari Gorontalo menuju Arab Saudi masih berlangsung normal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *