Komisi I DPRD Uji Langsung Bau Sampah di TPA Talumelito Tanpa Masker

Komisi I DPRD Uji Langsung Bau Sampah di TPA Talumelito Tanpa Masker
Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo kunjungan lapangan ke lokasi TPA Talumelito pada Rabu (13/05/2026), dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Padli Poha di bawah koordinasi Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, Laode Haimuddin.
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Gorontalo — Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo memastikan langsung laporan dari Perkumpulan Zona Alam Masyarakat Rawat Udara (Zamrud) terkait dugaan pencemaran udara dan pelanggaran baku mutu lingkungan akibat pengelolaan sampah di TPA Talumelito, Kabupaten Gorontalo.

Kepastian tersebut dilakukan melalui kunjungan lapangan ke lokasi TPA Talumelito pada Rabu (13/05/2026), dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Padli Poha di bawah koordinasi Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, Laode Haimuddin.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam peninjauan itu, Komisi I sengaja turun langsung ke area shelter tanpa menggunakan masker guna memastikan secara langsung kondisi bau sampah yang dilaporkan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Sitti Nurayin Sompie mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk membuktikan secara objektif apakah laporan dugaan pencemaran udara benar terjadi di lapangan.

“Kami sengaja tidak menggunakan masker untuk memastikan apakah laporan itu benar atau tidak. Setelah kami turun langsung, memang ada bau sampah, tetapi tidak terlalu menyengat seperti yang dilaporkan,” ujar Sitti Nurayin.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut diduga karena sampah di lokasi langsung ditimbun menggunakan tanah setelah dipilah oleh warga setempat sehingga aroma tidak terlalu menyebar.

Selain itu, Komisi I juga menemukan adanya genangan air di sekitar lokasi TPA. Namun menurutnya, kondisi genangan tersebut tidak menimbulkan aroma menyengat sebagaimana yang dikeluhkan dalam laporan.

Pada kesempatan yang sama, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo juga menyayangkan ketidakhadiran pihak pelapor dalam kunjungan lapangan tersebut. Padahal, pihak DPRD telah mengundang pelapor untuk hadir dan memberikan penjelasan langsung di lokasi.

“Nomor kontak yang dicantumkan dalam laporan juga tidak bisa dihubungi. Padahal kami berharap persoalan ini bisa langsung diklarifikasi bersama pihak TPA di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD TPA Talumelito, Marten Yusuf menjelaskan bau sampah biasanya muncul saat intensitas hujan tinggi dan bersifat kondisional.

“Kalau hujan deras, biasanya memang muncul bau dari sampah. Tapi itu tidak berlangsung lama. Saat cuaca panas dan tidak hujan, kondisi sampah normal dan tidak terlalu berbau,” jelas Marten.

Terkait air lindi atau cairan rembesan sampah, pihak TPA mengklaim telah melakukan penanganan secara rutin. Bahkan, pengujian kualitas air dilakukan tiga hingga empat kali setiap tahun.

Menurut Marten, hasil pengujian terhadap sumber air masyarakat terdekat dari lokasi TPA menunjukkan tidak adanya pencemaran maupun gangguan kualitas air akibat aktivitas pengelolaan sampah di TPA Talumelito. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *