GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo — Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman radikalisme dan ajaran terorisme yang disebut mulai menyasar kalangan anak muda.
Peringatan itu disampaikan Adhan saat silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama masyarakat Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Senin (25/05/2026) malam belum lama ini.
Dalam arahannya, Adhan secara khusus meminta para orang tua memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak mudah terpengaruh ajaran ekstrem yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Orang tua harus benar-benar mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai terjerumus dalam ajaran radikalisme dan terorisme,” tegas Adhan.
Ia mengatakan ancaman radikalisme kini tidak bisa dianggap sepele karena penyebarannya dapat masuk melalui lingkungan pergaulan hingga media sosial.
Karena itu, masyarakat diminta aktif melakukan deteksi dini dengan mengenali ciri-ciri paham ekstrem dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Adhan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Densus 88 Antiteror, sudah ada sembilan orang calon teroris yang ditangkap.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap perkembangan situasi di masyarakat.
“Kalau tidak diawasi sejak dini, ini bisa berbahaya,” ujarnya.
Selain radikalisme, Adhan turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang gemar menjelek-jelekkan agama lain dan menyebarkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Ia menilai tindakan seperti itu dapat memicu perpecahan dan mengganggu kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjaga di Kota Gorontalo.
“Di Indonesia tidak ada mayoritas dan minoritas. Semua agama sama dan harus saling menghormati,” katanya.
Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pejabat Vertikal Provinsi Gorontalo. (GN-01)










